Sudan Selatan Setujui Pasukan Penjaga Perdamaian Tambahan PBB

 

Matamatanews.com,SUDANPada awalnya Sudan Selatan menolak adanya kekuatan perlindungan daerah sebagai pelanggaran kedaulatan, namun setelah pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB pada Minggu (4/9/2016) di ibukota Juba. Presiden Sudan Selatan, Salva Kiir menyetujui penyebaran 4000 pasukan penjaga perdamaian tambahan PBB.

“ Pemerintah transisi persatuan nasional memberikan persetujuan untuk penyebaran kekuatan regional.” ujar pernyataan PBB dan pemerintah Sudan Selatan.

Sudan Selatan telah menyaksikan gelombang baru konflik sejak 8 juli 2016, ketika baku tembak terjadi dekat kantor presiden di Juba yang saat itu Presiden Salva Kiir dan Wakil Presiden Riek Machar sedang mengadakan pertemuan, lebih dari 300 orang tewas dalam bentrokan. Hal ini dipicu perang mulut antara pengawal Kiir dan Machar yang bertemu di istana kepresidenan.

Utusan Amerika Serikat untuk DK PBB, Samantha Power memuji tambahan penyebaran pasukan tapi mencatat bahwa sekarang saat untuk bertindak. “ Apa yang perlu kita lakukan sekarang adalah bergerak dari komitmen tingkat tinggi yang sangat penting dalam bekerja sampai modalitas dengan cara operasional.” ujarnya.

Sudan Selatan telah terkena konflik perpecahan etnis yang mendalam. Hal ini meningkat setelah perebutan kekuasaan antara Salva Kiir, anggota kelompok etnis Dinka, pemimpin pemberontak Riek Machar, dan anggota dari kelompok etnis Nuer. “ Pada dasarnya, itu akan menjadi suku diri mereka sendiri dan kepemimpinan negeri yang akan datang bersama – sama.” tegas Samantha Power. (Aditia/GS/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response