Sudah Sehatkah Gigi Anda?

Sehatkah Gigi Anda?
Oleh : drg. Herra W Riyadi

PENYAKIT gigi dan mulu yang paling banyak dijumpai pada masyarakat Indonesia adalah karies gigi (gigi berlubang) dan penyakit periodontal. Kedua penyakit ini dapat menyerang semua lapisan masyarakat, termasuk mereka dalam kelompok rawana terhadap penyakit gigi dan mulut. Yang termasuk kelompok ini antara lain, ibu hamil, ibu menyusui, anak dibawah usia lima tahun dan anak prasekolah. Baik karies gigi maupun penyakit periodontal dapat disebabkan antara lain oleh karena plak gigi.
Dengan menyikat gigi yang baik dan benar, disamping pengaturan pola makan dan factor perilaku, maka kedua penyakit tersebut  bisa dicegah. Usaha yang dapat  dilakukan untuk mencegah karies gigi dan penyakit periodontal adalah d engan upaya promotif dan preventif. Pada waktu kehamilan sering terlihat insidensi karies gigi dan penyakit periodontal meningkat. gigi karies akan lebih banyak terlihat apabila kehamilan sebelumnya tidak dilakukan  perawatan.
Sering ada keluhan oleh para ibu hamil bahwa giginya rusak selama mengandung . Karies gigi pada waktu kehamilan disebabkan antara lain oleh bakteri streptococcus mutans yang terdapat pada plak gigi,, makanan yang mengandung asam,,mual dan muntah selama kehamilan,malas sikat gigi dan perubahan flora dalam rongga mulut selama kehamilan.
Selain karies gigi, selama kehamilan juga sering dijumpai kelainan-kelainan gusi seperti gingivitis  gravidarum dan epulis gravidarum. Gingivitis gravidarum dapat disebabkan antara lain oleh karena perubahan hormonal selama kehamilan seperti meningkatnya kadar progesterone  dan estrogen di dalam darah, kebersihan mulut yang buruk, vaskularisasi pembuluh darah, sedangkan penyebab epulis gravidarum melalui rangsangan lokal. Pada masa menyusui,gingivitis yang timbul selama kehamilan akan menurun keparahannya, kemudian hilang dengan sendirinya.
Sejak masa kehamilan, masa nifas dan menyusui diperlukan perawatan kesehatan gigi dan mulut lebih ekstra dari biasanya. Perawatan berupa menyikat gigi yang lebih sering terutama sesuadah makan, sesuadah muntah-muntah, dan sebelum tidur. Jika terdapat karang gigi dapat dilakukan pembersihan karang atau skeling oleh dokter gigi. Gigi geligi susu mulai erupsi pada saat bayi berumur 6 bulan dan akan lengkap pada saat anak balita berumur 30 bulan dengan jumlah gigi 20. Sedangkan gigi geligi tetap atau gigi permanen baru akan erupsi pada anak berumur 6 tahun.
Banyak balita dan anak prasekolah, gigi geliginya terlihat karies dan menderita penyakit periodontal, hal ini dikarenakan anak-anak tersebut jarang atau tidak pernah menyikat gigi. Disamping itu mereka cenderung makan makanan yang manis d an lengket yang memudahkan terjadinya karies gigi. Karies gigi dapat juga terjadi pada anak-anak balita dan anak prasekolah, mereka-mereka yang punya kebiasan meminum susu dengan menggunakan botol, karies akan bertambah para apabila susu dicampur dengan gula dan diminum sewaktu mau tidur dan bahkan anak sampai tertidur dengan dot botol dimulutnya.
Apabila balita dan anak menderita karies gigi  sampai menimbulkan  perasaan s akit, maka anak tersebut tidak mempunyai selera makan. Gigi geligi yanga karies akan mengganggu proses pengunyaan dan pencernaan makanan. Gigi geligi susu akan mempengaruhi pertumbuhan gigi geligi tetap dan rahang.  Kebiasaan yang buruk seperti menghirup jari dan bibir, menghisap dot dan minum susu dengan dot yang tidak baik dapat menyebabkan maloklusi  mengganggu pertumbuhan tulang rahang, banyak orangtua menganggap bahwa giogi susu tidak perlu dirawat karena akan diganti oleh gigi tetap. Anggapan itu salah karena gigi susu sangat berpenmgaruh pada gigi tetap atau permanen.
Sejak dari kehamilan, bayi, balita sampai disapih diperlukan makan yang bergizi termasuk ibu menyusui.. Makanan yang bergizi ini diperlukan untuk pertumbuhan  janin dan anak, termasuk pertumbuhan dan perekembangan gigi geligi serta rahang yang baik. Bahan makanan yang diperlukan dalam jumlah yang cukup dan seimbang, terdiri atas bahan-bahan sebagai berikut : protein, diperoleh dari telur, daging, ikan,kacang-kacangan, dan susu. Kalsium, diperoleh dari kacang hijau, kedelai, sayur-sayuran,ikan,susu dan telur. Magnesium, diperoleh dari sayur-sayuran, ikan laut dan daging. Fosfor, diperoleh dari sayur-sayuran, daging, ikan,telur, susu dan kacang-kacangan. Flour, diperoleh dari ikan laut. Vitamin D, diperoleh dari minyak nabati dan sinar matahari.
Dengan pemberian gizi yang baik pada waktu pembentukan dan klasifikasi gigi geligi, diharapkan gigi geligi mempunyai bentuk dan struktur serta warna gigi yang baik serta tidak mudah diserang karies. Setelah gigi gegili erusp atau tumbuh, penyakit karies dan penyakit periodontal dapat dicegah dengan menyikat gigi dan mengurangi makan makanan yang lengket seperti peremen,coklat dan kue-kue yang manis.
Pada ibu hamil dan menyusui harus lebig sering menyikat gigi secara teratur terutama sesudah makan,sesudah jajan, sesudah muntah, dan sebelum tidur. Pada saat ibu hamil, ibu lebih malas menyikat gigi. Pada masa balita diperlukan makanan yang bergizi untuk perekembangan  dan pertumbuhan anak, termasuk pertumbuhan dan perekembangan gigi geligi tetap. Balita dan anak prasekolah harus secepatnya diajarkan membersihkan gigi dan mulut.
Jika anak-anak dirasa belum mampu melakukan sendiri, untuk itu perlu bantuan orang tuanya.. banyak orang tua sering memberikan makanan yang memudahkan terjadinya karies gigi pada anaknya. Dianjurkan setelah makan makanan kariogenik (yang menyebabkan karies),anak-anak menyikat gigi atau kumur-kumur air putih ***

sam

No comment

Leave a Response