Sudah Saatnya Penyerang Tokoh Agama dan Penista Kitab Suci Dihukum Berat

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Penyerangan terhadap tokoh agama seperti ustadz, ulama, maupun habib, termasuk penistaan atas kitab suci  seperti Al Qur’an dan tempat ibadah tampaknya belum sepenuh ditangani secara tuntas hingga masih menyisakan luka bagi pemeluk agama tersebut, terutama umat Islam.

Untuk mengupas lebih jauh tentang berbagai isu tersebut, terutama terkait dengan penanganan penyerangan terhadap tokoh agama seperti uztadz, ulama, habib, dan penistaan terhadap kitab suci, Matamatanews.com mewawancarai Ketua Umum YLBH Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana (SAW) sekaligus pengamat kebijakan publik, Muhammad Reza Putra, SH, MH,CIL, pada Ahad (28/11/2021) kemarin dikediamannya dibilangan Bekasi, Jawa Barat.

Bagaimana menurut pandangan Anda dengan masih adanya penyerangan  kepada sejumlah tokoh agama Islam seperti ulama, ustadz maupun habib belakangan ini?

“ Adanya teror yang sekarang diperhadapkan kepada Ulama-Ulama, Ustad, Kyiai dan Para Habib, pola dan motifnya hampir sama dengan yang pernah terjadi di Banyuwangi 1998, yaitu memiliki kesamaan pola dan motif dengan yang melakukan teror dan pembunuhan adalah orang gila.. karena orang gila sudah pasti tidak akan diproses secara hukum... kami mengharapkan peran utama dari TNI, Polri dan seluruh komponen masyarakat untuk dapat bersatu menangkal terjadinya perpecahan antara sesama anak bangsa dengan kasus seperti ini.”

Bagaimana seharusnya peran negara dalam menyikapi hal tersebut?

“ Peran Aktif Pemerintah sangat diperlukan yaitu dengan respon aktif pemerintah melalui institusi penegak hukumnya yaitu kepolisian Republik Indonesia untuk segera membongkar motif dan jaringannya serta menangkap pelakunya yang membuat resah negeri ini dengan adanya teror dan pembunuhan kepada ulama-ulama kita.. sehingga keutuhan kita berbangsa dan bernegara akan tetap utuh.”

Apakah menurut Anda, kini tokoh ulama, ustadz, maupun habib menjadi menjadi cukup istimewa

hingga perlu perhatian negara?

“ Semua Warga Negara Indonesia dihadapan hukum haruslah sama untuk menjaga Equality before the law... Terlebih kepada para Ulama-Ulama, Ustad, Kyiai dan Habib serta Unsur2 Pemuka Agama lainnya... peranan mereka untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara sangatlah dibutuhkan.. karena Hujjah/tutur Ulama kepada Ummat sangat cepat direspon oleh ummat.. sehingga sudah sewajarnya para Ulama untuk dijaga oleh Penegak Hukum untuk menjaga keutuhan Bangsa dan negara dari teror teror yang tidak bertanggung jawab

4. disinilah peran keseriusan dari institusi TNI dan Kepolisian Republik Indonesia terutama kepada Polisi untuk segera mungkin membongkar motif apa yang sebenarnya yang terjadi kenapa para ulama saja yang menjadi incaran teror dan pembunuhan.”

Ada kesan penyerangang yang terjadi terhadap ustadz maupun ulama di beberapa daerah maupun pinggiran Jakarta, penanganannya masih belum maksimal oleh negara.Anda setuju dengan pendapat itu?

“ Kembali lagi suatu peristiwa yang menyayat hati umat islam, sebuah penistaan agama kembali dipertontonkan, Di mana orang tersebut dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dan mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

Beberapa hari lalu terjadi lagi penistaan agama di bilangan Bekasi, dimana si pelaku menempelkan alat kelaminnya ke kitab suci Alquran, hukuman apa yang pantas bagi pelaku penista agama tersebut ? Layakkah penista agama atau penista kitab suci dibebaskan dengan alasan demi kemanusiaan , tidak tahu , dan tidak waras?

“ Kami selaku umat islam, menghimbau kepada Jajaran Kepolisian untuk segera Membongkar alasan dan motif penistaan ini.. Jangan selalu menjadi subjek penista agama orang yang tidak waras atau gila sehingga tidak dapat ditahan.. Jangan ini melulu yang dijadikan alasan.. Kami berharap Polisi profesional mencari motif dan alasan penistaan ini.”

Menurut Anda bagaimana seharusnya peran negara dalam menyikapi para pelaku penista agama, baik kitab suci, maupun aliran sesat yang mengatasnamakan Islam  yang kini sedang marak di beberapa daerah?

“ Negara melalui instrument penegak hukumnya Polisi dan Kejaksaan harus tidak perlu Ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap aliran sesat dan penganutnya... Hal ini sangat penting untuk menjaga kerukunan antar ummat beragama yang selama ini sudah lama terbina.”.(icam)

 

redaksi

No comment

Leave a Response