Suara Prabowo Masih Enak Didengar (Catatan Kecil KH.Ronggosutrisno)

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Meski sejauh ini masih bersifat dugaan, namun kemungkinan turunnya Wakil Presiden KH.Ma'ruf Amin atas penilaian yang bersangkutan sudah tidak cukup mampu untuk melaksanakan tugas-tugas Negara dengan usianya yang dianggap uzur, kini semakin kencang berhembus diberbagai kalangan, baik politisi, pengamat politik, pengusaha, bahkan masyarakat biasa.

Sejak awal memang sudah bisa di perkirakan majunya beliau di lihat dari sudut pandang para pengamat dan analis politik dan tata negara, tidak akan mampuh bekerja maksimal. Apalagi dengan beban dinamika politik yang berat, di samping faktor usianya yang tidak muda lagi.

Maka tak ada yang menggerutu. Jika sejak di Lantik, hanya melakukan hal-hal yang bersifat seremonial atau sebagai penguatan dari argumentatif dan pikiran presiden. Padahal atas dasar ke ulamaan. Tentu saja besar harapan, KH Makruf Amin bisa menjadi Balancing Opinion mengingat selama ini umat Islam, seolah  penganut Agama yang patut jadi bahan buliyan.

Luar biasa memang, Jokowi dan tim berhasil menerobos kekuatan politik Parlemen di Senayan hampir 2/3. Fenomena ini sangat memungkinkan untuk membuahkan apapun yang menjadi progres pikirannya Presiden, termasuk menempatkan Prabowo Subianto rival dalam kontestasi pilpres 2019 kemarin sebagai pengganti Ma'ruf Amin jika memang siap mundur.

Masuknya Letjen (Purn) Prabowo Subianto di barisan kabinet sesungguhnya memegang peran yang sangat strategis, bahkan Presiden Jokowi dalam memberikan kepercayaan jabatan strategis sebagai Menteri Pertahanan maupun sebagai leading sector lumbung pangan nasional untuk menangani Lumbung Pangan Indonesia.

Hal itu harus diapresiasi membuktikan bahwa Jenderal Prabowo Subianto merupakan sosok yang pantas, patut dan mampu untuk mengatasi "Stadium Crisis" Indonesia saat ini. Tidak sekedar itu perjalanan panjang Prabowo dengan rangkaian gerbong yang cukup panjang, bakal turut memaknai meredahnya kegaduhan politik. 

Dalam  situasi pandemik ini memang semua orang apalagi public  figure seperti pejabat harus fokus bekerja. Sebab rakyat butuh dan membutuhkan pejabat yang punya skill leadership serta etos kerja yang baik (Pekerja keras) untuk menyelesaikan pelik masalah yang datang di saat wabah korona. 

Harus juga dipahami bahwa Presiden Jokowi berhak mengajukan pilihanya sebagai pengganti Wapres pada gelar Majelis Permusyawaratan Rakyat. Presiden mengajukan setidaknya dua dalam kontestasi untuk kursi tersebut.

Untuk perihal ini maka Budi Gunawan yang kini menjabat Kabin (Kepala Badan Intelijen Negara) dan Prabowo Subianto yang saat ini duduk sebagai Menteri Pertahanan kabinet kerja Jokowi adalah merupakan sosok yang tepat untuk menggantikan KH.Ma’ruf Amin bila yang dianggap banyak kalangan sudah dianggap cukup uzur.

Jangan lupa bahwa Prabowo Subianto bisa jadi sosok pejabat Negara yang dianggap pantas dan patut mengatasnamakan Demi NKRI dan masih  enak suaranya untuk didengar meski tidak memuaskan semua orang.(KH.Ronggosutrisno, Wartawan Matamatanews.com)

 

redaksi

No comment

Leave a Response