Strategi Zilnie Khoerul Bariyyah Lolos SNMPTN 2019

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Zilnie Khoerul Bariyyah (18 tahun), lahir di Purbalingga, 12 Mei 2001, merupakan siswa SMAN2 Purwokerto menjadi satu dari 92.331 peserta yang lolos SNMPTN tahun 2019 ini. Zilnie, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dirinya diterima di Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah. Alasan Zilnie memilih Akuntansi, di antaranya suka mata pelajaran dengan teori dan menghitung. Kebetulan juga nilai matematika dan ekonomi paling mendukung dibandingkan nilai mata pelajaran lain.

Menurut Zilnie masuk universitas melalui jalur SNMPTN itu “keren”, karena tidak semua orang bisa. Zilnie sangat bersyukur dan merasa senang karena apa yang dia cita citakan tercapai,  dirinya ingin membuat orang tuanya bangga. " Mengingat perjuangan dan pengorbanan orangtua untuknya dan satu satunya cara untuk membalas kebaikan orangtuanya ada satu cara, yaitu mendapatkan nilai yang bagus di SMA, " katanya bangga.

Persiapan Zilnie lolos SNMPTN dimulai di SMA saat guru “Bimbingan Konseling” (BK) menjelaskan bagaimana cara  bisa lolos SNMPTN dan rekam jejak SMA. Guru mata pelajaran dan wali kelas pun sering mengingatkan agar mendapatkan nilai yang bagus bila ingin lolos SNMPTN.  Strategi selanjutnya saat guru di depan kelas sedang menjelaskan  Zilnie memperhatikan dengan baik dan ia usahakan untuk bisa mencatat semua materi penting. Bagi Zilnie tidak masalah jika hasil tulisannya  kurang rapih. Sesampai rumah tulisan tersebut segera disalin ulang sehingga menarik untuk dibaca.Kemudian dirinya berusaha memahami setiap materi yang diberikan guru. " Jadi saat mau UTS/UAS saya belajar tidak dari awal cukup mengingat saja, " ujarnya.

Prestasi Zilnie selama di SMAN 2 Purwokerto yang pernah dicapai selama lima semester yaitu mendapat peringkat 3(tiga) besar. Sebagai anak “kos” Zilnie sempatkan diri untuk pergi ke toko swalayan untuk membeli kebutuhannya. Dia juga membeli makanan dan minuman yang  disukai untuk menemaninya  belajar. Sesekali dia belajar di rumah makan, agar tidak jenuh belajar di kamar. Terkadang juga pergi ke perpustakaan daerah. Selain itu belajar di rumah teman saat belajar kelompok. "Beberapa hari sebelum UTS/UAS/UH teman teman mengajak belajar bersama. Disitu teman teman bertanya bagaimana cara mengerjakan soal tersebut, " katanya. 

Untuk bisa menjawab pertanyaan teman temanya, dia terlebih dahulu menguasai materi tersebut. " Saat  menjelaskan ke teman – teman rasanya saya semakin memahami materi tersebut, sekaligus melatih berkomunikasi dengan orang lain, " ungkapnya. Dia memberi waktu tersendiri  untuk bermain sosial media dan game. "Tapi perlu atur  waktu agar tidak keterusan, " imbuhnya. *(hen/berbagai sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response