Strategi NKRI Sebagai Negara Yang Kaya Sumber Daya Alam

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Ketua Lembaga Ekonomi Islam Imbang Djaja mengatakan, bangsa dan negara saat ini dalam kondisi lemah, berbagai kebutuhan strategis banyak bergantung kepada negara lain.

“Hutang kita nyaris tidak terbayar, kebutuhan pokok kita sebagian besar dari impor , rakyat kita sangat konsumtif dan jauh dari produktif. Semua Sumber Daya Alam yang strategis didominasi asing, begitu juga kue ekonomi non SDA (sumber daya alam) kita nyaris semuanya dikontrol asing,” kata Imbang Djaya kepada Matamatanews.com, Minggu (11/4/2021).

“Keadaan ini membuat semua pihak yang menyadari situasi buruk ini sangat prihatin dan berusaha mencari solusi agar kita semua tidak masuk terlalu dalam pada perangkap  asing. Sayangnya semakin hari kita semakin terperangkap dalam berbagai keadaan yang membuat kita menjadi jajahan dan jarahan asing, terutama Amerika dan sekutunya. Belakangan ini Cina juga membuat kita masuk dalam skenario yang menyebabkan kita tergantung pada mereka dalam bidang-bidang tertentu, terutama dalam bidang ekonomi,” tambah Imbang

BAGAIMANA CARA KITA KELUAR DARI KETERPURUKAN DAN JAJAHAN ASING ??

Menurut Imbang, salah satu syarat yang paling dibutuhkan agar kita bisa merdeka dan berdaulat adalah "para pemimpin kita harus berani mati". Para penjajah dan penjarah pasti tidak akan mau melepaskan kenikmatannya begitu saja. Jadi sampai kiamat kita tidak akan bisa merdeka dan berdaulat jika para pemimpin kita takut mati.

Syarat lainnya adalah para pemimpin kita harus selalu menjalankan aturan Tuhan Yang Maha Esa, mereka akan menjadi orang-orang yang mengerti dan paham bila menjalankan aturan Tuhan Yang Maha Esa. Jika merasa tidak kompeten mereka otomatis akan mundur, jadi mereka akan lihat hasil kepemimpinannya. Jika negara semakin terpuruk berarti mereka tidak kompeten dan tanpa diminta akan mundur. Karena jika tidak segera mundur maka Tuhan Yang Maha Esa yang akan memundurkan mereka dengan cara yang hanya Tuhan yang tahu, terangnya.

Orang-orang yang sudah kecanduan harta, tahta dan wanita pasti takut mati, mereka hanya memikirkan kesenangan dan kepentingan dirinya saja. Jadi hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari pemimpin atau Presiden untuk tahun 2024 yang tidak takut mati. Setelah punya Presiden yang berani mati, baru kita buat berbagai strategi cerdas agar kita bebas hutang dan tidak tergantung asing sama sekali. Cara dan master plannya sudah diketahui oleh berbagai pihak di Indonesia yang secara khusus mendalami masalah bangsa dan negara. Mereka adalah orang-orang asli Indonesia yang super pintar, lanjut Imbang.

Saya akrab dengan para pihak yang hebat-hebat tersebut, jadi sekarang kembali pada Presiden Jokowi, berani mati atau tidak? Ikut aturan Tuhan atau tidak ? Merasa mampu atau tidak ?
Kalau berani mati, ikut aturan Tuhan dan kompeten Insya Allah kita dengan cepat akan menjadi negara yang hebat dan tidak punya hutang pada negara lain atau siapapun juga. Kemudian dengan dukungan warga negara yang hebat-hebat tadi, NKRI dibawah Presiden Jokowi yang berani mati, disayang Tuhan dan kompeten akan menjadi negara merdeka, berdaulat, kuat , berwibawa, adil dan makmur, jelasnya.

BAGAIMANA REALISASINYA ??

Imbang menuturkan, para sahabatnya yang sudah mempunyai konsep dan semua fasilitas pendukungnya termasuk semua elemen yang dibutuhkan diberi semacam "Instruksi Presiden" oleh Presiden Jokowi yang menugaskan mereka membantu Presiden untuk kebangkitan NKRI dari berbagai keterpurukan. Mereka bertanggung jawab dalam mendidik generasi penerus menjadi generasi yang berkemampuan mengelola bangsa dan negara secara baik dan benar sehingga bangsa dan negara kita menjadi bangsa dan negara yang terbaik dalam segala aspek dimuka bumi.

Saya yakin jika para sahabat saya tersebut diberi peran yang benar maka keterpurukan segala bidang yang makin hari makin parah ini bisa diatasi dengan mudah. Para sahabat saya adalah orang-orang Indonesia Asli yang punya reputasi dunia dan sudah dikenal oleh para anggota kabinetnya Jokowi, ungkapnya.

Sayangnya mereka hanya dijadikan tempat konsultasi sesaat atau hanya pada situasi tertentu saja. Padahal jika mereka diberi kesempatan untuk membenahi bangsa ini, Insya Allah mereka pasti mampu. Mereka tidak akan memakai dana APBN sesenpun juga karena mereka sudah memiliki dana sendiri untuk merealisasikan berbagai program penyelamatan bangsa dan negara yang menurut pendapat para pakar berbagai bidang sedang dalam masalah besar, pungkasnya. (Javi)
 

 

redaksi

No comment

Leave a Response