Stasiun Kereta Rusia Diguncang Sebuah Ledakan

 

Matamatanews.com, ST PETERSBURG – Terjadi sebuah ledakan di stasiun kereta bawah tanah di St Petersburg pada hari senin (3/4/2017) yang menewaskan sebelas orang. Menurut kantor berita Tass dan Interfax, ledakan berlangsung di antara dua stasiun yakni Sennaya Ploshchad dan Tekhnologichesky.

Sementara itu, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa bom yang meledak di stasiun kereta St Petersburg merupakan serangan teroris.

Menteri Kesehatan Rusia, Veronika Skvortsova mengatakan 11 orang tewas dalam kejadian tersebut, tujuh orang diantaranya tewas di tempat kejadian. Veronika menambahakan, terdapat gadis berusia 15 tahun yang menjadi korban luka dengan luka bakar dan cidera di kepala.

Kepala Komite Anti – Terorisme Nasional Rusia, Andrei Przhezdomsky mengatakan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh alat peledak yang tak dikenal. Andrei menambahkan, ada beberapa bom dalam kejadian tersebut yang diletakan diantara kedua stasiun. Dari beberapa bom tersebut hanya satu bom yang meledak dan sisanya ditemukan dalam kondisi yang tidak aktif.

Sementara itu, menurut kantor berita Sky News, bom yang meledak ada dua, bom kedua yang meledakan berisikan pecahan peluru dan mempunyai ukuran tiga kali dari ukuran bom pertama.

Presiden Vladimir Putin yang saat terjadi ledakan berada di St Petersburg mengatakan semua penyebab ledakan sedang diselidiki, termasuk kemungkinan adanya serangan teroris.

Kejadian ini bukan yang pertama kalinya sistem transportasi Rusia menjadi sasaran serangan, pada tahun 2009 terjadi ledakan di kereta api cepat Moskow-St Petersburg yang menewaskan 37 orang dan 130 orang lainnya mengalami luka-luka. Kemudian pada tahun 2010 silam, terjadi serangan di sistem kereta bawah tanah di Moskow yang menewaskan 38 orang. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response