Siaga Penyusupan Paham Komunisme Berkedok Investasi

 

Matamatanews.com –JAKARTA-- Pada November 2014 KTT APEC di Beijing Presiden Jokowi mengungkapkan dalam pidatonya yaitu tentang Kesempatan besar untuk Melakukan Investasi Besar di Indonesia untuk turut serta dalam membangun Indonesia , beliau mengungkapkan rencana kerja yang akan dilakukan pada masa Pemerintahannya dan berjanji akan mempermudah perizinan bisnis di Indonesia yang berbelit-belit dan tidak menguntungkan para Investor.

Sayangnya niat tersebut bisa menjadi jalan bagi Negara lain untuk “menjajah” Indonesia dengan paham-pahamnya yang bertentangan dengan Ideologi Pancasila Indonesia seperti komunisme, liberalism dan pahamlainnya.Setelah Pidato Presiden Jokowi di KTT APEC Beijing banyak Negara yang berlomba – lomba untuk menanamkan investasinya di Indonesia, karena terdapat banyak proyek yang dibuka untuk asing untuk dapat membiayai proyek tersebut seperti PLTU, MRT , kereta cepat , pelabuhan dan banyak lainnya yang mendukung infrastruktur jangka panjang.

Tetapi hampir mayoritas investasi yang masuk dan diterima di Indonesia berasal dari Negara China, bahkan  menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan bahwa Indonesia sampai menjadi Negara peringkat kedua sebagai Negara tujuan investasi China babhkan tercatat hingga Februari 2016 mencapai 23.25 Miliar Dollar AS dikutip dari Financial Times menyebutkan Investasi China dari 2010 hingga 2015 mencapai 219.897 Milliar Dollar AS yang artinya 11 persen investasi China ditujukan ke Indonesia.

Akan tetapi ternyata investasi ini tidak hanya berupa Uang yang masuk Ke Negara Indonesia tapi juga tenaga kerja asal China yang masuk ke Indonesia hal ini terjadi karena China mengajukan persyaratan untuk memasukkan tenaga kerjanya untuk mengerjakan proyek yang sedang dikerjakannya seperti yang terjadi di PLTU Celukan bawang bahkan terdapat ratusan pekerja China yang diduga Ilegal.

Padahal Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengatakan bahwa ada aturannya untuk memasukkan  tenaga kerja asing yang terampil dari jenjang kerja dan waktunya pun juga ditentukan misalkan 6 bulan, tapi pada prakteknya disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab dan pihak yang terkait seakan saling melempar tanggung jawab dengan peristiwa tersebut.  Hal ini sangat berbahaya dikarena Negara China yang Terkenal sebagai Negara Komunisme ditakutkan akan menghidupkan kembali paham tersebut di Indonesia

Bahkan menurut KSPI dari Konfenderasi Serikat Pekerja Indonesia mengungkapkan puluhan ribu pekerja asal China sudah menyerbu Indonesia, Namun, yang masuk bukan tenaga terampil.  Berdasarkan pantauan pihaknya pekerja tersebut tidak memiliki keahlian bahkan Gubernur Jabar Rano Karno mengakui sudah banyak masuknya pekerja China seperti di Jawa Barat 30.000 dan Sulteng 6.000 orang.

Dan peristiwa yang baru-baru ini terjadi di tangkapnya 5 Warga Negara china yang mengenakan pakaian tentara dan melakukan pengeboran illegal di wilayah Lanud Halim Perdana Kusuma yang merupakan tempat TNI AU.Masuknya pekerja China ini merupakan  sinyal bagi kita bangsa Indonesia untuk berhati-hati dikarenakan takutnya masuk pemahaman Komunis melalui para pekerja China tersebut, apalagi setiap warga china diwajibkan militer yang berarti setiap warga china merupakan tentara cadangan yang bisa membahayakan bagi Negara Indonesia, dikhawatirkan pekerja China yang masuk Ke Indonesia membawa misi khusus Negara China yang ingin menyusupkan paham komunis di Indonesia

Pemerintah harus menerapkan aturan yang jelas, yang tidak memudahkan tenaga kerja asing dapat masuk secara mudah ke Indonesia , dikarenakan di Negara Indonesia sendiri banyak masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan dan seharusnya merupakan concern dari pemerintah.
Apalagi dengan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang mulai diberlakukan 31 Desember 2015 yang tujuannya agar setiap Negara asean bisa melakukan kegiatan transaksi bisnis berupa investasi,jasa,dagang ,tenaga kerja dll dengan menghilangkan hambatan regulasi dan aturan yang artinya setiap investasi, persaingan dagang , dan tenaga kerja dapat masuknya dengan mudah ke Indonesia. 

Padahal  Vietnam , Laos dan Myanmar memiliki paham Komunisme yang juga bisa merugikan bangsa Indonesia. Pengusaha dihadapkan dengan pilihan yang lebih ekonomis dan menguntungkan dimana contohnya pekerja Vietnam memliki upah yang  murah , jam kerja yang lebih panjang dan bahkan dinegaranya jarang melakukan pemogokan kerja hal ini terjadi karena partai komunis mengontrol ketat para pekerja Vietnam di negaranya , kata Presiden Kamar Dagang Australia, Brian O’Reill.

Begitu banyaknya  infiltrasi yang bisa dilakukan pihak luar untuk memasuki bangsa Indonesia, dan kita harus siap memperbaiki kemampuan yang kita punya untuk bersaing dengan pihak luar, pemerintah juga harus berpihak kepada masyarakat lokal untuk membuat aturan yang mempersulit akses pekerja asing dan mewajibkan perusahaan asing mempekerjakan masyarakat local serta berhati-hati dalam menerima investasi yang masuk Ke Indonesia, Aturannya Harus Jelas dan menguntungkan bagi Indonesia

Bagi pekerja asing yang sudah memasuki Indonesia harus diwaspadai dan diawasi dengan ketat agar tidak melakukan hal yang dapat merugikan bangsa Indonesia.  Diperlukan kerjasama semua pihak terkait dan masyarakat untuk dapat meredam masuknya para pekerja China yang masuk ke Indonesia.***

 

sam

No comment

Leave a Response