Setelah Ditahan 11 Tahun, AS Serahkan Mantan Kandidat Presiden Palestina ke Israel

 

 

Matamatanews.com, RAMALLAH—Jum’at (7/6/2019) kemarin, otoritas Amerika Serikat telah menyerahkan seorang mantan calon presiden Palestina dan profesor universitas ke Israel setelah menahannya 11 tahun penjara dengan tuduhan pemerasan dan pengumpulan dana untuk organisasi-organisasi Islam yang berbasis di Amerika Serikat seperti Hamas, demikian disebutkan sumber media seperti dikutip Kantor Berita Palestina WAFA News Agency .

Dewan Hubungan Internasional Palestina, sebuah think-tank berbasis di Gaza, menyatakan dalam sebuah pernyataan kemarin bahwa pemerintah Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh untuk Al-Ashqar yang nasibnya berada di "tangan pendudukan kriminal".

Dewan mencatat bahwa langkah ini mengungkap pendekatan pemerintah Amerika Serikat yang memusuhi rakyat Palestina dan stabilitas dan perdamaian di wilayah tersebut melalui bias yang terang-terangan terhadap pendudukan yang tidak adil dan kejahatan yang terus berlangsung.

Otoritas Amerika secara tidak adil menjatuhkan hukuman penjara 11 tahun kepada Ashqar setelah menempatkannya sebagai tahanan rumah selama hampir dua tahun. Dia mengenakan monitor pergelangan kaki di kaki kanannya di rumahnya di Alexandria, Virginia.

Ashqar adalah seorang profesor di Universitas Howard, Washington, Amerika Serikat. Antara 1998 dan 1999, ia ditahan selama beberapa bulan oleh pejabat Amerika di bawah tuduhan penggalangan dana untuk organisasi Islam tertentu yang berbasis di Amerika Serikat.

Dia diberhentikan dari posisi mengajar di Universitas Washington pada Agustus 2004. Dia kemudian ditangkap, didakwa melakukan pemerasan dan secara ilegal mengumpulkan dana untuk Hamas, dan dimasukkan ke dalam tahanan rumah.

Ashqar mencalonkan diri sebagai kandidat presiden independen pada pemilihan umum 9 Januari 2005. Dia adalah salah satu dari 10 pesaing yang berusaha menggantikan pemimpin Palestina Yasser Arafat, yang meninggal pada 11 November 2004.Pada November 2007, ia dijatuhi hukuman 135 bulan penjara.(cam/Wafa)

sam

No comment

Leave a Response