Seribu Lebih Pengunjuk Rasa Teriakan “Rusia Tanpa Putin” Ditahan Polisi

Matamatanews.com, MOSKOW—Sedikitnya 1.400 orang yang melakukan aksi protesmenuntut pelaksanaan pemilu lokal yang bebas dan jujur pada Sabtu (27/7/2019) lalu ditahan polisi Rusia. Pihak berwenang mengatakan bahwa demo yang digelartersebut ilegal dan berupaya untuk mencegah partisipasi para tokoh oposisi dalam pemilu.

“Penahanan dilakukan setelah sekitar 3.500 orang ikut serta dalam aksi protes ilegal setelah otoritas di Moskow mencegah kandidat oposisi terkemuka untuk ikut serta dalam pemilihan lokal,” kata pejabat setempat di Moskow seperti dikutip AFP.

Meski polisi bertindak tegas, namun ribuan orang tetap muncul dalam salah satu aksi protes terpanjang dan paling menentukan dalam beberapa tahun terakhir. Yel-yel yang berisi tuntutan agar Putin lengser dinyanyikan para demonstran di Moskow. "Rusia tanpa Putin" dan "Putin mengundurkan diri" adalah salah satu yel-yel yang bergema di kota tersebut.

Inilah penangkapan  demonstran oposisi terbesar sejak  gerakan anti-Putin muncul ke permukaan di Moskow, dimana pasukan polisi yang mengenakan seragam antihuru-hara menghalau para pengunjukrasa dengan menggunakan pentungan.Para saksi mata mengatakan, banyak para pengunjuk rasa diperlakukan kasar, setidaknya seperti dilansir Reuters pada Minggu (28/7/2019) kemarin, seorang wanita dan seorang pria terlihat menderita serius di bagian kepala.

Protes besar pada hari Sabtu menunjukkan bagaimana para aktivis dan terutama anak-anak muda tetap bertekad untuk membuka sistem politik Rusia yang ketat untuk menjadi ajang kompetisi.
Pemimpin oposisi yang dipenjara, Alexei Navalny, menyerukan protes untuk menuntut para pejabat pemerintah mengizinkan para kandidat pro-oposisi untuk maju dalam pemilu lokal 8 September 2019. Pihak berwenang mengatakan para kandidat pro-oposisi dilarang karena mereka gagal mengumpulkan tanda tangan asli warga yang cukup sebagai dukungan. Pihak oposisi tidak memiliki kursi di parlemen Rusia.

ebuah jajak pendapat di masa lalu telah menunjukkan dukungan untuk Navalny, seorang pengacara dan aktivis anti-korupsi, hanya satu digit. Namun para pendukung mencatat dia memenangkan hampir sepertiga suara dalam pemilihan wali kota Moskow 2013 dan mengatakan gerakannya dapat membangun momentum di ibu kota Rusia jika dibiarkan bersaing secara adil.

Peringkat dukungan untuk Putin masih tinggi, yakni lebih dari 60 persen. Tahun lalu, mantan perwira intelijen KGB yang berusia 66 tahun itu memenangkan pemilu nasional dan kembali berkuasa untuk masa jabatan enam tahun yang baru hingga tahun 2024.*(snd/s)

 

redaksi

No comment

Leave a Response