Serangan Drone Pasukan Amerika di AfghanistanTewaskan Dua Teroris ISIS

 

Matamatanews.com, PENTAGON—Dua teroris ISIS atau Daesh dikabarkan tewas dan satu terluka dalam serangan  pesawat tak berawak (drone) yang dilakukan pasukan Amerika Serikat di Nangarhar, Afghanistan timur, kata seorang pejabat tinggi militer Amerika Serikat pada hari Sabtu (29/8/2021) lalu.

Serangan itu terjadi beberapa hari setelah pemboman oleh afiliasi lokal ISIS-K di ibukota Kabul yang menewaskan 13 tentara Amerika Serikat dari total korban tewas 170, dan melukai puluhan lainnya. Presiden Amerika Serikat Joe Biden bahkan bersumpah akan membalas para pelaku penyerangan.

Pada serangan Nangahar oleh pesawat tak berawak tentara Amerika Serikat, Mayor Jenderal William Taylor mengatakan pada konferensi pers bersama Pentagon bahwa dua target tingkat tinggi Daesh atau ISIS tewas dan satu terluka tulis harian Turki, Yenisafak.

Taylor mengatakan bahwa dia tidak tahu apakah para teroris yang terbunuh itu terkait langsung dengan serangan hari Kamis di Kabul atau tidak.

Taylor yang didampingi juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan serangan itu dilakukan berdasarkan informasi dari intelijen Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa mereka tidak mendapat dukungan dari Taliban.

Memperhatikan bahwa pasukan Amerika Serikat melanjutkan upaya evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Kirby mengatakan bahwa evakuasi tentara AS telah dimulai. Ada sekitar 5.000 tentara Amerika Serikat di Kabul.

Taliban, yang mengambil alih ibu kota Afghanistan pada 15 Agustus, telah menetapkan batas waktu Selasa depan, 31 Agustus, bagi pasukan asing untuk meninggalkan negara itu.(esma)

redaksi

No comment

Leave a Response