Sepuluh Warga Palestina di Tepi Barat Ditahan Pasukan Israel

 

Matamatanews.com, RAMALLAH—Sedikitnya sepuluh orang warga Palestina dari berbagai wilayah di Tepi Barat ditahan pasukan pendudukan Israel pada Senin malam, kata sebuah sumber lokal dan keamanan seperti dilansir Kantor Berita Palestina,WAFA.Sumber tersebut mengkonfirmasi bahwa pasukan Israel menangkap lima warga Palestina dalam beberapa serangan di distrik Hebron, Tepi Barat selatan.

Salah satu tahanan yang diberhasil di identifikasi  berasal dari kota Beith Ula, barat laut Hebron, sedangkan yang lainnya  warga  dari kota Beith Ummar, utara kota, warga kota Deir al-“asal, sebelah barat kota, warga kota Yatta, dan warga kota Sair, timur laut kota.

Di distrik Bethlehem, kendaraan militer Israel menyerbu Wadi Abu Freiha di kota Beit Sahour, di mana tentara menahan dan menggeledah rumah keluarga dua tahanan.

Sementara itu, pasukan Israel yang menyamar, yang dikenal sebagai Musta'ribeen, menyelinap masuk ke desa Jaba', barat daya kota Jenin di Tepi Barat utara, dan menculik dua warga Palestina, termasuk seorang petugas keamanan.

Para prajurit melakukan serangan serupa di kota Yabad, sebelah barat kota Jenin, yang mengakibatkan penangkapan kembali dua mantan tahanan.

Mereka juga menerobos masuk ke desa terdekat, Rummana, mendobrak dan menggeledah rumah beberapa penduduk desa secara menyeluruh dan menyita rekaman kamera pengintai mereka.

Selama konfrontasi berikutnya, tentara melepaskan tembakan ke arah remaja lokal yang memprotes serangan itu, menyebabkan beberapa orang mati lemas karena gas air mata.

Di distrik Nablus, pasukan Israel memaksa masuk ke kota Kafr Qallil, selatan kota, di mana mereka menggeledah dua rumah, membalikkannya dan menghancurkan kaca depan kendaraan pemilik rumah sebelum mundur.

Pasukan Israel sering menyerang rumah-rumah Palestina hampir setiap hari di seluruh Tepi Barat dengan dalih mencari orang-orang Palestina yang "dicari", yang memicu bentrokan dengan penduduk.

Penggerebekan ini, yang juga terjadi di daerah-daerah di bawah kendali penuh Otoritas Palestina, dilakukan tanpa perlu surat perintah penggeledahan, kapan pun dan di mana pun militer memilih sesuai dengan kekuatan sewenang-wenangnya.

Di bawah hukum militer Israel, komandan tentara memiliki otoritas eksekutif, legislatif dan yudikatif penuh atas 3 juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat. Palestina tidak memiliki suara tentang bagaimana otoritas ini dijalankan.(bar)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response