Senyawa Antimikroba dan Antibiofilm Antarkan Dosen FK Unsoed Raih Gelar Doktor

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Dosen Fakultas Kedokteran Unsoed Dr.dr.Setiawati,M.Sc. berhasil menemukan senyawa dengan nama F7.7EA, berdasarkan pemeriksaan GCMS senyawa tersebut diduga mengandung 3 senyawa. Sebelum menyelesaikan S3, Setiawati berkesempatan mengikuti Program Sandwidh di Universitas Poitier, Perancis selama 5 bulan.

Penyakit infeksi yang diakibatkan oleh biofilm saat ini menjadi permasalahan yang cukup serius karena pengobatannya yang sulit dan semakin banyak obat antimikroba yang dilaporkan mengalami resistensi. 

Salah satu strategi untuk menemukan bahan obat baru adalah dengan melakukan skrining kandungan senyawa aktif yang tersedia di alam, di antaranya adalah kandungan senyawa aktif dari aktinomisetes. Hal inilah yang mendorong Dosen Fakultas Kedokteran Unsoed Dr.dr.Setiawati,M.Sc. tergerak untuk melakukan penelitian program doktoralnya di Fakultas Ilmu Kedokteran dan Kesehatan UGM Yogyakarta. 

Setiawati mengungkapkan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan potensi isolat aktinomisetes yang telah dikoleksi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang diisolasi dari Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta dan Bojong Gede, Bogor, Indonesia sebagai antijamur, antibakteri, dan antibiofilm.

Setiawati melakukan penelitiannya dengan uji skrining awal terhadap 16 isolat aktinomisetes sebagai antijamur, antibakteri, dan antibiofilm.  

“Penelitian ini dilakukan dengan metode difusi agar dilanjutkan dengan metode broth microdilution,” ungkapnya. 

Untuk Identifikasi molekuler isolat aktinomisetes dilakukan dengan menggunakan data dari hasil sekuensing gen 16S rRNA. Uji aktivitas antibiofilm pada mono-spesies dan dual-spesies menggunakan metode broth microdilution. 

“Uji aktivitas anti quorum sensing menggunakan metode difusi agar pembentukan pigmen pada bakteri Chromobacterium vioalaceum ATCC 12472,” lanjutnya. 

Fraksinasi, isolasi, dan purifikasi senyawa aktif aktinomisetes dilakukan dengan menggunakan high-performance liquid chromatography (HPLC) semi-preparatif dan skrining kandungan senyawa aktif menggunakan high-resolution mass spectroscopy (HRMS) dan gas chromatography-mass spectroscopy (GC-MS).

Dari hasil penelitiannya, Dosen Fakultas Kedokteran Unsoed ini berhasil mengisolasi senyawa yang mempunyai potensi sebagai antibiotik, anti jamur, dan antibiofilm dari aktinomisetes.

“Biofilm merupakan lapisan yang dibentuk oleh bakteri atau jamur untuk melindungi dirinya dan biofilm ini menyebabkan suatu infeksi menjadi lebih sulit diobati. Saat ini sudah banyak obat-obatan yang telah mengalami resistensi/tidak mempan lagi terhadap antibiotik,” tambahnya.  

Penelitiannya telah menemukan senyawa yang terkandung dalam aktinomisetes yang mempunyai aktivitas dalam menghambat pembentukan biofilm.  Hal ini penjadi penemuan yang sangat potensial untuk dikembangkan lagi. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response