Seminar Pengembangan Sumber Daya Perdesaan dan Kearifan Lokal Dihadiri Ribuan Peserta

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menggelar Seminar Internasional dan Nasional pada hari Selasa dan Rabu. 19 - 20 November 2019 di Hotel Java Heritage Jalan dr.Angka Purwokerto. 

"Seminar dibuka oleh Rektor Unsoed Prof.Dr. Ir.Suwarto,MS. menghadirkan 6 pembicara utama yakni Prof.Irwandi Jaswir (Halal Industry Research Centre, International Islamic University Malaysia), Assoc. Prof. Dr. Anuchita Moongngarm (Mahasarakham University, Thailand), Prof.Ir.Loekas Soesanto,MSc.,PhD. (Unsoed Purwokerto), Prof.Dr.Nguyen The Hung (Thai Nguyen University of Agriculture and Forestry, Vietnam), Prof.Raihani,Ph.D. (University of Western, Australia), Prof.Wiwiek Rabiatul Adawiyah,MSc.,PhD. (Unsoed), "ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,MHum.

Dalam sambutan pembukaan Rektor Unsoed mengungkapkan sangat apresiasi dengan penyelenggaraan seminar dan ucapan terima kasih atas kehadiran para pembicara utama guna berbagi wawasan dan pengetahuan serta para penyaji yang berbagi hasil penelitian di forum yang terhormat ini.

Ketua Panitia Seminar Nasional Poppy Arsil,STP.,MT.,PhD. menjelaskan bahwa  seminar ini bertujuan untuk menjembatani produk unggulan yang dihasilkan oleh peneliti/pengabdi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia kepada masyarakat dan investor baik skala daerah maupun nasional untuk pengembangan sumber daya lokal berbasis kearifan lokal. Poppy juga menyampaikan bahwa tingkat partisipasi peneliti dan pengabdi pada Seminar Nasional Pengembangan Sumber Daya Perdesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan yang sudah memasuki tahun ke 9 ini sangat tinggi.

"Tercatat seminar ini diikuti oleh 1.210 peserta, dimana 583 peserta sebagai pemakalah, 591 pemakalah anggota dan 36 peserta non pemakalah yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan instansi di Indonesia, " ungkap Poppy. 

Dia merinci peserta di antaranya :

1. Jawa Tengah : Universitas Negeri Semarang, UNDIP, STIE, PIP, UNU Purwokerto, Amikom Purwokerto, STIE Putrabangsa Kebumen, Akper Al Hikmah 2 Brebes, Akademi Pertanian HKTI Banyumas, Akademik Teknik Tirta Wiyata,

2. Jakarta : UNJ, Univ Trisakti, Univ Surya, Universitas Sahid,

3. Yogyakarta : UNJ, UGM, UMY, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi "AAN", ASMI Desanta,

4. Jawa Barat : ITB, Universitas Kuningan, Politeknik Bandung, STTB Bandung, Universitas Perbangsa Karawang,

5. Jawa Timur : Universitas Tronojoyo,

6. Sumatera Barat : Universitas Andalas,

5. Jambi : Universitas Jambi,

6. NTB : Universitas Mataram,

7. Sulawesi Selatan : Politeknik Palopo, Politeknik Bosowa,

8. Beberapa instansi/balai besar seperti Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan KPP, Balitbang Tanaman Hutan Bukan Kayu, Balai Penelitian dan Teknologi Agroforesty serta Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI.Tema yang diangkat pada Seminar Nasional ini menurutnya terdiri dari 8 bidang kajian yaitu :

1. Biodiversitas Tropis dan Bioprospeks 53 judul makalah,

2. Pengelolaan Wilayah Kelautan, Pesisir dan Pedalaman 17 judul makalah,

3. Pangan, Gizi dan Kesehatan 149 judul,

4. Teknik dan Energi Baru dan Terbarukan 26 judul,

5. Kewirausahaan, Koperasi dan UMKM 46 judul,

6. Rekayasa Sosial dan Pengembangan Perdesaan 119 judul,

7. Ilmu-Ilmu Murni (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi) 27 judul,

8. Pengabdian Kepada Masyarakat 146 judul.

Poppy menambahkan, melihat tingginya partisipasi peneliti dan pengabdi pada Seminar Nasional menunjukkan bahwa pembangunan perdesaan yang berkelanjutan akan menuntut pengelolaan pembangunan yang memperhatikan kearifan lokal, partisipasi, bersifat lintas sektoral dan lintas disiplin ilmu, serta wawasan global. 

"Pada akhirnya semua bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan. Seminar Internasional yang diikuti 150 peserta dari berbagai negara diketuai oleh Dr.Eng.Mukhtar Effendi,SSi.,MEng, " pungkasnya.*(hen/berbagai sumber)

redaksi

No comment

Leave a Response