Seleksi Sekretaris MA Menuai Kritikan

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Proses seleksi calon sekretaris Mahkamah Agung yang sedang berlangsung dalam satu bulan terakhir menuai banyak kritikan. Pemilihan ini dilakukan karena Sekretaris MA sebelumnya Nurhadi Abdurrahman mengundurkan diri pada bulan Juli lalu.

Lelang terbuka ini dilakukan untuk memenuhi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara yang mewajibkan cara tersebut untuk mengisi jabatan eselon I dan II. Ketua Mahkamah Agung, Hatta Ali menunjuk Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial, Suwardi sebagai ketua panitia seleksi.

Dalam Situs Resmi MA, hari ini akan dilakukan tes wawancara dan presentasi makalah yang dilakukan tujun calon di Balitbang Hukum dan Peradilan MA, Megamendung, Bogor. Dari seleksi tersebut, panitia rencananya akan memilih tiga nama kandidat yang nantinya akan diberikan ke tim penilai akhir yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Anggota Koalisi Masyarakat Pemantau Peradilan, Julius Ibrani mengatakan proses seleksi melalui lelang jabatan ini tidak dilakukan secara transparan. Hal ini karena minimnya publikasi terkait hasil dari setiap tahapan pemilihan calon dan tidak melibatkannya masyarakat dalam penelusuran rekam jejak para calon.

Selain itu, Ketua Komisi Yudisial Bidang Hubungan Antar Lembaga, Farid Wajdi mengatakan pihaknya tidak menerima permintaan bantuan dari MA maupun panitia seleksi terkait informasi rekam jejak para calon.

Namun, Peneliti Lembaga Kajian dan Advokasi Independensi Peradilan, Liza Farihah mengatakan pihaknya diminta bantuan oleh lembaga kepresidenan untuk menelusuri rekam jejak calon Sekretaris Mahkamah Agung. Kemudian penelusuran rekam jejak tersebut terhambat karena minimnya kerjasama dengan panitia seleksi. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response