Sejumput Kisah Gagalnya Strategi Perang Amerika Serikat di Irak

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Amerika Serikat (AS) yang selama ini dikenal sebagai negara adidaya dan kerap memenangkan berbagai pertempuran serta selalu membanggakan strategi perang modernya dengan segala peranti persenjataan yang canggih disertai pasukan elitnya, rupanya punya pengalaman pahit ketika di Irak.

Semua kedigdayaan pasukan super elite Amerika Serikat yang konon selalu heroik rupanya tidak terbukti ketika di Nasiriyah, Irak. Pasukan Amerika Serikat dibuat kocar-kacir bahkan nyaris gagal menjalankan misinya di Irak. Tentara Irak berhasil menghujam dan mengepung pasukan elite paman Sam itu di  Nasiriyah.Pasukan elite Amerika Serikat itu akhirnya terbantai di Ambus Alley.

Ambush Alley adalah saksi sejarah yang tidak bisa dilupakan pasukan elite Amerika,karena disitulah mereka dihabisi dan siram berbagai mesiu dan peluru tentara Irak, selain itu juga membuktikan bahwa peranti persenjataan modern dan strategi perang modern tidak selamanya unggul di semua medan pertempuran.

Memang tidak semua pertempuran di Irak , pasukan Amerika Serikat menjadi juara dan berhasil melumpuhkan tentara Irak. Kehadirian pasukan Amerika Serikat di Irak yang awalnya bertujuan untuk membebaskan rakyat Irak dari kekuasaan presiden Saddam Hussein yang dianggap otoriter dan bertangan besi pada akhirnya berujung invasi hingga 2011.

Di balik kesuksesan Amerika Serikat menduduki Irak,  ternyata pasukan Paman Sam dianggap gagal beradaptasi  di negeri 1001 Malam. Hal itu menjadi satu penyebab tentara saddam Hussein menangkap satu unit pasukan Amerika Serikat dalam perang Irak pada bulan Maret 2003 silam.Laporan ini dikeluarkan Penyelidik Militer Amerika Serikat di Washington D.C.

Dalam laporan setebal 15 halaman itu, para penyelidik menyatakan bahwa senjata M-16 para prajurit unit tersebut gagal berfungsi. Begitu pula dengan dua senjata mesin yang mereka bawa tidak berfungsi sejak pertempuran selama 90 menit di Nasiriyah.Kelelahan yang dialami para prajurit tersebut juga menyebabkan mereka tersesat dan mudah diserang.

Inti dari laporan setebal 15 halaman itu menyatakan bahwa kondisi tersebut terjadi karena ketidakmampuan prajurit beradaptasi dengan alam.Mereka menyarankan prajurit diberi senjata yang lebih lengkap dalam perang. Laporan ini juga memperbaiki berita yang menyebutkan prajurit Jessica Lync, selamat dari sergapan terluka karena baku tembak saat mempertahankan diri. Dari hasil penyelidikan, Jessica terrluka saat jeep Humvee yang ditumpanginya terkena lemparan granat.(samar)

 

redaksi

No comment

Leave a Response