Sabu 16 kg Asal Aceh Terjaring di Sumsel

 

Matamatanews.com, PALEMBANG—Lagi, Kepolisian wilayah Sumatera Selatan Polda (Sum-Sel) berhasil menggulung sindikat narkoba asal Aceh yang disembunyikan dan disimpan tas pakaian. Anang , sang pelaku berhasil diamankan petugas dengan barang bukti sabu seberat 16 kg dan satu unit mobil Avanva dengan nomor polis BL 1394 NG.

Pria asal Tamiang Aceh Utara ini, merupakan mantan Kades didaerah, ia mengaku hanya diminta oleh seseorang untuk mengantarkan sebuah tas yang isinya ternyata selain beberapa helai pakaian ternyata terdapat 16 kg Shabu.

"Saya tidak tahu ,jika isi tas itu selain baju ada narkoba jenis Sabunya, yang saya tahu saya diminta untak mengantarkan baju dan di beri ongkos uang jalan Rp 10 juta, " kata Anang di sela- sela Press conference Direktorat Reserse Narkoba  Polda Sumsel, Jum’at(23/08/2019) kemarin.

Sementara itu Waka Polda Sumsel, mengatakan bahwa Pihaknya memiliki target dari  beberapa target kejahatan, baik itu C3 maupun nrkoba.

"Dalam waktu dekat Kapolda akan merilis kejahatan konvensional dalam operasi mandiri yang di lakukan Kapoda sendiri, " ujar kata Wakapolda Brigjen Pol. Rudi Setiawan, S. Ik, SH, MH.

Disamping itu Wakapolda juga mengatakan selama dua bulan sejak Kapolda menjabat  telah berhasil menggulung sebanyak 44kg Sabu dan 30 ribu ekstasi dari berbagai wilayah baik dari jaringan Aceh maupun Lalembang.

"Hari ini Press conference Direktorat Reserse  Narkoba  Polda Sumsel , mengabarkan telah kita amankan Anang warga Aceh dengan 16 kg sabu diwilayah hukum Polres empat lawang,pada jam 10 anggota Polres Mura Tara juga menggulung dengan barang bukti 1 ons Sabu dan satu unit Senpi rakitan,” kata Wakapolda.

Acara Jumpa Pers tersebut juga dihadiri Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rudi Setiawan, S. Ik, SH, MH, Kabid Humas Polda Sumsel Drs. Supriadi, SH, Irwasda Kombes Pol. Dodi, SH, MH, Dir. Narkoba Kombes Pol. Farman, S. Ik, SH, MH, serta Kapolres Empat Lawang AKBP. Yudi, S.Ik, MH.(Ibrahim Abadui/Mingga Ardiansyah)

 

redaksi

No comment

Leave a Response