Saatnya Kuliah Online "Era Milenial" Di Universitas Terbuka Purwokerto

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Universitas Terbuka selenggarakan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) di Aula FISIP UNSOED Purwokerto  (07/09/2019) pagi hari. Guna mengenalkan Universitas Terbuka dan sistem penyelenggaraan di UT kepada Mahasiswa Baru,  Panitia OSMB mengundang Mahasiswa Baru untuk menghadiri undangan OSMB yang diselenggarakan selama 2 hari yaitu gelombang pertama Sabtu, 07 September 2019 dan gelombang kedua pada Minggu, 08 September 2019.

‌Dalam acara tersebut turut hadir Kepala UPBJJ-UT Purwokerto Dr. Adi Suryanto, M.Pd., Ka. Sub Bag Tata Usaha Anto Widiatmoko, SE, serta Penanggung Jawab Bantuan Belajar dan Layanan Bahan Ajar, Sri Weningsih, ketiganya pengisi materi Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB).

‌Seperti diketahui Universitas Terbuka (UT) adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ke-45 yang didirikan pemerintah pada 4 September 1984 sebagai institusi penyelenggara Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ). Ada 39 UPBJJ-UT (Unit Program Belajar Jarak Jauh) Universitas Terbuka yang tersebar di seluruh Indonesia. Bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, yang membutuhkan layanan pendidikan tinggi untuk meningkatkan kualifikasi dan kapasitas diri juga tersedia Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka Layanan Luar Negeri (UPBJJ-UT LLN)  

Universitas Terbuka sudah memiliki kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sehingga warga negara Indonesia di luar negeri yang berkeinginan memanfaatkan layanan pendidikan tinggi melalui Universitas Terbuka, bisa langsung atau melalui kantor perwakilan Indonesia di negara yang memiliki perwakilan tetap yakni KBRI/KJRI; KDEI. Diharapkan Universitas Terbuka bisa menjadi jembatan mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa kendala ruang dan waktu untuk Indonesia yang lebih maju lagi, lebih sejahtera dan juga bermartabat.

Dengan jumlah mahasiswa aktif lebih dari 350.000, UT tergolong dalam “The Top Ten Mega University of the World” dan salah satu anggota sekaligus pendiri “The Global Mega-University Network (GMUNET). GMUNET didirikan pada tahun 2003 merupakan jaringan universitas terbuka seluruh dunia dengan jumlah mahasiswa yang terdaftar lebih dari 100.000 orang. UT memiliki empat fakultas diantaranya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

UT dirancang untuk menggunakan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh agar UT bersifat inklusif, fleksibel dan terjangkau. Kecuali untuk program Pascasarjana (S2) yang dirancang lebih khusus. Sistem Pendidikan Terbuka memberi kesempatan pendidikan kepada siapa saja, tidak membatasi usia, domisili, tahun ijazah, penyelesaian waktu studi, pemilihan program dan matakuliah. Sedangkan untuk Sistem Pendidikan Jarak Jauh adalah sistem pembelajaran dengan ciri adanya keterpisahan waktu dan jarak antara mahasiswa dan dosen, mahasiswa dan dosen tidak berhadapan secara tatap muka sehingga proses pembelajaran harus difasilitasi dengan media. 

Mahasiswa dapat belajar sendiri atau dalam kelompok. Adapun layanan bantuan belajar (Tutorial) meliputi Tutorial/bimbingan tatap muka (TTM),Tutorial/bimbingan online (Tuton) yang dapat diakses melalui elearning.ut.ac.id Tutorial berbasis web (Tuweb) atau Video conference dan Tutorial Televisi 24 jam (satu channel Sky LBS TV).

Sistem belajar ini terbukti efektif untuk meningkatkan daya jangkau dan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi semua warga negara Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil, baik di seluruh nusantara maupun di berbagai belahan dunia.

"UT memberikan kesempatan kepada seluruh warga masyarakat Indonesia untuk menjadi sarjana, syaratnya hanya satu harus punya ijazah SLTA/Sederajat termasuk Paket C dimanapun mereka berada. Di era sekarang tidak ada alasan untuk tidak menjadi sarjana, maka dari itu UT punya jargon, menjangkau yang tidak terjangkau, " ujar Kepala UPBJJ UT Purwokerto saat membawakan materi.

Sementara OSMG berlangsung sejak pukul 07.30 -16.00 WIB pada hari Sabtu (07/09/19) diikuti oleh mahasiswa baru dari berbagai daerah di sekitar Purwokerto seperti Purbalingga, Kebumen, Cilacap, Banjarnegara bahkan sampai Wonosobo.

 “Saya lulus tahun 2016 dari salah satu SMK di Purwokerto, saya memang telat 2 tahun namun tidak ada kata terlambat untuk belajar. Fase hidup seseorang berbeda - beda, kita ikuti alurnya nikmati skenario-Nya” ujar Willy salah satu Mahasiwa Baru saat ditemui Matamatanews.com.*(Nusa)

 

redaksi

No comment

Leave a Response