Rusia Kirim Tentara Bayaran ke Libya Dukung Kelompok Haftar

 

Matamtanews.com, LIBYA—Dikutip dari Anadolu Agency yang dilansir Al Mugtama Magazine menyebutkan bahwa sejumlah sumber di Suriah mengatakan bahwa Rusia telah mengirim 300 tentara bayaran, termasuk mantan anggota ISIS dari daerah di bahwah kendali rezim Bashar al-Assad di Suriah Timur untuk berperang bersama pasukan Khalifa Haftar di Libya timur.

"Rusia mengirim milisi (Shabiha) yang berafiliasi dengan rezim Bashar al-Assad dari provinsi Deir ez-Zor Suriah dan 300 prajurit, sebagian besar warga Suriah, dari kelompok-kelompok asing yang didukung Iran - brigade Fatimiyyun, Zeynebiyyun dan Yerusalem - ke Libya, dan membayar setiap $ 1.000-1.500 setiap bulan. " kutip kantor berita Anadolu Agency pada Senin (6/7/2020) lalu.

Ia menambahkan bahwa di antara para prajurit baru itu adalah orang-orang asal Iran dan Afghanistan, dan semua tentara bayaran itu dibawa ke berbagai tenpat militer Rusia di provinsi Latakia, Suriah untuk dilatih sebelum bergabung dengan barisan pasukan Haftar.

"Di antara tentara bayaran baru yang dikirim Rusia ke Libya, setidaknya ada delapan mantan anggota ISIS yang telah kembali ke Deir ez-Zor dengan menandatangani" kompromi "dengan rezim dan kemudian bergabung dengan Brigade Yerusalem,” tambah sumber ini.

Sejumlah sumber yang dikutip kantor berita ini mengatakan bahwa mantan anggota ISIS yang disertakan berasal dari kota Dablan Deir ez-Zor dan selama ini mereka beretempur bersama kelompok teror selama hampir 2, 5 tahun.

Prajurit asing di jajaran Haftar termasuk tentara bayaran Rusia, milisi "Cancavid" yang dibawa dari Sudan, dan pemberontak bersenjata dari Chad.

Volcano of Rage Operation di bawah komando Government of National Accord (GNA) menerbitkan dokumen untuk kontrak Kelompok Wagner Rusia dengan tentara bayaran Suriah karena mengirim mereka untuk berperang demi pasukan Haftar di Libya.

Menurut perkiraan, jumlah tentara bayaran yang dikirim oleh Rusia untuk memperjuangkan Haftar dari berbagai provinsi di Suriah telah mendekati 2000 sejauh ini, lansir Badan Anadolu Agency. (bar/aa/ al mugtama magazine)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response