Rudal Balistik Milik Korut Kembali Ditembakan

 

Matamatanews.com,KORUT—Korut pada awal pekan ini kembali menembakan rudal balistik di lepas pantai timur, hal ini hanya berselang dua pekan dari peluncuran rudal balistik sebelumnya. Dalam laporan Kantor Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan bahwa Korut telah menembakan tiga rudal blastik di lepas pantai timur dan membuat Korsel siaga.

Rudal ditembakan dari wilayah Hwangju Barat, Pyongyang Selatan. Menurut pernyataan Korsel pada Senin (5/9) pukul 03.00 waktu setempat, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait peluncuran rudal tersebut.

Menurut laporan kantor berita Korsel, Yonhap rudal ditembakan beberapa jam setelah pemimpin Korea Selatan dan Cina bertemu dalam KTT G20 di Hangzou, Cina. Dalam pertemuan itu presiden Korsel, Park Geun –hye mengatakan kepada Presiden Cina, Xi Jinping  bahwa uji coba nuklir dan serangkaian peluncuran rudal balistik tahun ini mengancam perdamaian regional dan menjadi tantangan hubungan Korsel dengan Cina. Kosel merupakan musuh utama Korut dan Cina adalah sekutu utama pimpinan Kim Jong Un.

Cina berkomitmen terhadap upaya denuklirisasi di semenanjung Korea, ujar Xi Jinping dikutip kantor berita Cina, Xinhua. Xi juga mengatakan kepada Park, Beijing menentang pengerahan anti rudal buatan Amerika Serikat, THAAD, di Korsel. Korea Selatan dan AS menyatakan sistem ini didesain untuk menghalau ancaman yang meningkat dari Korut.

Pengerahan THAAD tidak akan mengancam kepentingan keamanan negara lain, dan tidak akan dibutuhkan jika isu nuklir Korut dapat diselesaikan. tegas Park Geun –hye. Pejabat militer Korsel mengatakan peluncuran kali ini menunjukan adanya kemajuan teknologi rudal balistik kapal selam atau SLBM milik Korut. Peluncuran ini juga terjadi dua hari setelah Korsel dan Amerika Serikat mamulai latihan militer yang rutin digelar setiap tahun.

Rezim Kim Jong Un melancarkan ancaman terkait latihan yang melibatkan 25 ribu tentara dengan mengatakan Korsel dan AS tengah mempersiapkan invasi. Bahkan ia mengirim surat ke Dewan Keamanan PBB, mengeluhkan provokasi oleh Amerika Serikat yang mengcam stabilitas perdamaian kawasan. ( Aditia/CNN/Berbagai sumber )

sam

No comment

Leave a Response