Ribuan Ton Limbah B3 Mencemari Desa Di Bogor

 

Matamatanews.com, BOGOR – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendapati praktek peleburan aki bekas yang terletak di Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Pasalnya peleburan ai bekas tersebut tidak mempunyai izin dan menimbulkan pencemaran lingkungan berupa timbal yang masuk dalam golongan limbah beracun dan berbahaya (B3).

Direktur Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 KLHK, Qurie Purnamasari mengatakan mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar bahwa kegiatan tersebut sudah berlangsung lama yakni dari tahun 1978.

Selain itu, sampel tanah yang berasal dari Desa Cinangka sudah diteliti dan hasilnya kadar timbal dalam tanah mencapai 270 ribu parts per million (ppm) atau setara dengan 270 ribu mg/kg. Sedangkan standar yang sudah di tetapkan oleh WHO maksimal 400 ppm (400 mg/kg).

Qurie mengatakan, ia juga mengambil sampel darah dari sebagian besar warga yang tinggal di lokasi tersebut. Hasilnya, kadar timbal dalam darah warga mencapai 65 mg/dl, sedangkan standar aman yang ditetapkan WHO hanya 10 mg/dl.

Dampak yang dapat timbul karena pemcemaran lingkungan akibat peleburan aki bekas yakni menurunkan intelligence quotient (IQ), menghambat pertumbuhan, keguguran, dan cacat mental pada bayi yang baru lahir.

Qurie menambahkan, pihak Kementerian berencana untuk mengambil tanah sebanyak 926 ton yang dianggap sudah terkontaminasi limbah timbal di kawasan tersebut. Kemudian tanah yang sudah berlubang akan segera di tutup dengan menggunakan tanah yang baru dan steril. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response