Rekonsiliasi Hamas-Fatah Bikin Israel Berang

 

Matamatanews.com, TEL AVIV—Tampaknya Israel tidak menyukai rekonsiliasi antara partai Hamas dan Fatah yang diumumkan Ismail Haniyeh pada Ahad (1/10/2017) lalu. Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu sendiri menyatakan bahwa negaranya tidak akan menerima rekonsiliasi apapun, bahkan  menyebutnya sebagai rekonsiliasi hiburan imajiner. Menurutnya, rekonsiliasi tersebut akan mengorbankan keberadaan Israel.

Benyamin Netanyahu mengatakan, siapa pun yang membahas proses rekonsiliasi harus mengakui Israel sebagai Negara Yahudi. “ Siapa pun yang ingin rekonsiliasi, posisi kami sangat  sederhana,” kata Netanyahu.

Israel, seperti disampaikan Netanyahu kepada  harian Haaretz, Rabu (4/10/2017) akan menerima dan menyambut rekonsiliasi di pihak Palestina bila sayap militer Hamas dibongkar.

”Akui  Negara Israel, bongkar sayap militer Hamas, putuskan hubungan dengan Iran yang menyerukan penghancuran kami, dan lain-lain. Hal-hal yang sangat jelas, dan hal-hal yang telah kami katakan sebelumnya secara jelas,” lanjut dia, seperti dikutip dari Haaretz, Rabu (4/10/2017).

Selasa (3/10/2017) kemarin Kabinert Palestina yang dipimpin Perdana Menteri Rami Hamdallah mengadakan menggelar pertemuan di Jalur Gaza untuk yang pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Pertemuan tersebut merupakan bagian untuk mengimplementasikan kesepakatan rekonsiliasi antara Otoritas Palestina (PA) sebagai pemerintahan Fatah dengan Hamas.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas sendiri  pernah mengatakan bahwa pada akhir rekonsiliasi antara partai Fatah dan Hamas, semua senjata termasuk senjata yang ada di tangan Hamas harus di bawah kendali peraturan hukum Otoritas Palestina.

Sikap Netanyahu muncul beberapa jam setelah Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennet meminta pemerintah Netanyahu menghentikan pemindahan pendapatan pajak ke Palestina pada hari Selasa. Permintaan itu sebagai tanggapan atas dua hal, yakni penerimaan Otoritas Palestina di Interpol dan proses rekonsiliasi antara Hamas dan PA.

”Israel harus berhenti bertindak sebagai ATM untuk terorisme,” kata Bennet, yang juga anggota kabinet keamanan Israel. ”Ini bukan rekonsiliasi Palestina, namun Abu Mazen (Mahmoud Abbas) bersikap nyaman terhadap sebuah organisasi teror yang membunuh. Mentransfer dana ke pemerintah Hamas seperti Israel mentransfer uang ke ISIS dengan imbalan uang tunai, kami akan merasakan rudal menembaki kami,” ujarnya. (icam/al mujtama’/sindo/berbagai sumber)

 

 

 

sam

No comment

Leave a Response