Realisasikan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

 

Matamatanews.com,JAKARTA---Negara Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi poros maritim dunia, karena indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut dan fokus pada keamanan maritim.

Selain itu, Indonesia berada di wilayah equator, antara benua Asia dengan benua Australia, antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta negara-negara Asia tenggara. Untuk menjadi poros maritim dunia maka sistem pelabuhan di Indonesia harus dibenahi sesuai dengan standar Internasional. Kemudian infrastruktur antar pulau dan sepanjang pantai di setiap pulau harus dibangun dan dikembangkan, jalan antar pulau harus segera di realisasikan untuk mempercepat transportasi antar pulau di Indonesia.

Untuk merealisasikannya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah terkait mewujudkan poros maritim dunia. Luhut mengatakan, Kemenko Kemaritiman telah memiliki 77 program yang bersangkutan dengan program kemaritiman dan program lain di bawah koordinasi kementeriannya. Salah satu program yang sedang dilakukan ialah program tol laut sebagai upaya pemerintah menekan biaya produksi.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merealisasikan visi poros maritim dunia dengan cara memperbaiki dwelling time, modernisasi, kanalisasi dan akusisi untuk mengembangkan tol laut. Keinginan tersebut direalisasikan melalui komite kementerian perhubungan bersama dengan PT Pelabuhan Indonesia (persero) I,II,III,dan IV terkait dengan kelayakan alat dari jumlah dan kualifikasi.

Untuk menunjang keberhasilan program tol laut, PT Pelindo III akan membangun sedikitnya sebelas pelabuhan khususnya di kawasan Indonesia Timur. Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur akan dibangun Pelabuhan Tenau Kupang, Pelabuhan Maumere, Pelabuhan Waingapu, Pelabuhan Ende, Pelabuhan Kalabahi, Pelabuhan Ippi, dan untuk wilayan Nusa Tenggara Barat akan dibangun Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Bima, serta Pulau Kalimantan yang meliputi Pelabuhan Sampit, Pelabuhan Kumai untuk Kalimantan Tengah dan Pelabuhan Batulicin di Kalimantan Selatan. (atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response