Ratna Sarumpaet Minta Ke DPR Berhentikan Kapolri

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Ketua Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI), Ratna Sarumpaet, datang ke Komisi III DPR meminta Komisi III untuk segera merekomendasikan pemberhentian Jenderal Tito Karnavian sebagai Kapolri. "Kami sejak mengikuti kasus penistaan agama ini ada hal yang menjadi tidak masuk akal, ada hal yang saya tidak terima baik secara hukum, baik logika hukum," kata Ratna di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2016).

Tito dinilai belum menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Salah satu buktinya, pernyataan Tito soal adanya makar yang justru menimbulkan kegaduhan. "Yang dikatakan makar itu harus ada persiapan, ada pasukan, ada pelatihan ada unsur-unsurnya gitu. Yang terakhir yang mengganggu kita adalah akan membubarkan paksa, jadi ini kami mengakumulasi semua omongan beliau dan tindakan beliau yang ada dibeberapa daerah seperti Lampung, Tasik, Sidoarjo itu resmi," jelas Ratna.

Ratna juga menegaskan, Kapolri terkesan menggunakan kekuasaannya untuk menghalangi umat yang akan melakukan aksi damai 2 Desember mendatang. Padahal, menurutnya Presiden serta Kapolri tidak bisa menghalangi unjuk rasa, karena merupakan hak warga negara yang di jamin oleh UU. "Ketidakmampuan Kapolri untuk mengayomi, melindungi, dan secara profesional dan keadilan itu sangat membahayakan apalagi dalam kontes sekarang ini, yang sangat sensitif yang sedang dihadapi beliau cenderung berpihak kepada yang dipersoalkan," tegas dia.

Selain itu, Ratna juga mengatakan bukti lainnya, Gubernur DKI Jakarta non-aktif yang tidak kunjung ditahan meski telah tersangka kasus penistaan agama. "Kenapa berat betul untuk menangkap, kenapa orang-orang yang mendesak untuk menangkap di musuhi betul oleh Kapolri," pungkasnya. [Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response