Rakor Lintas Sektoral Bahas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

 

Matamatanews.com, SUMBANG - Rakor Lintas Sektoral Bidang Pemerintahan dengan tema Pemberlakuan  Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) tingkat Kecamatan Sumbang, dihadiri Forkopimca Sumbang, Kepala KUA, Kepala Puskesmas, Kepala desa dan Sekdes. Acara digelar di Aula Panumbang Kecamatan Sumbang, Banyumas, Selasa (22/01/2021).

Dalam sambutannya Camat Sumbang Drs.Purjito menyampaikan bahwa pada akhir bulan Nopember ada lonjakan warga yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Banyumas. Sesuai instruksi Bupati Banyumas tentang adanya larangan hajatan setiap wilayah, di Kecamatan Sumbang larangan tersebut sudah dilaksanakan.

"Ada sebagian warga masih  melakukan hajatan, menjadi tugas para Kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Gugus tugas untuk memberikan pemahaman bahwa larangan hajatan untuk mencegah kerumunan yang menimbulkan penyeberan virus Covid-19. Sesuai surat edaran Bupati Banyumas pelaksanaan ijab kobul dan nikahan dilaksanakan di KUA atau di Masjid dihadiri 10 orang," terangnya.

Sementara Kepala KUA Kec.Sumbang Mukhsin Asyafik,S.Ag, mengungkapkan, ijab kobul dan nikahan menjadi masalah utama, karena masyarakat belum memahami dan belum bisa membedakan hal tersebut.

"Semua dilakukan di rumah, sedangkan Instruksi Bupati tidak boleh ada kerumunan. Peraturan belum dipahami oleh mereka, bahwasanya ada pembatasan tentang acara yang dihadiri maksimal sepuluh (10 ) orang,tetapi kenyataanya bisa lebih dari apa yang sudah tentukan," katanya.

Kepala Puskesmas Sumbang 2 Aris Dwi Susilarti.SKM.MPS.Meng. mengungkapkan bahwa vaksin yang distribusikan oleh pemerintah sudah diteliti oleh BP POM dan MUI menyatakan vaksin suci dan Halal.

"Yang perlu divaksin adalah usia 18 - 69 th, jadi untuk masyarakat tidak perlu takut divaksin, jangan percaya dengan berita bohong/Hoax," ungkapnya.

Dalam penyampaian Danramil 05/Sumbang Lettu Cba Lulus Susedyo  menyatakan bahwa rakor diadakan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Menurutnya, hajatan/resepsi dan hiburan sementara tidak boleh dilaksanakan/ditunda sampai kondisi memungkinkan khususnya di wilayah Kecamatan Sumbang.

"Pelaksanaan Ijab Kobul dilakukan di KUA atau di Masjid dan dihadiri paling banyak 10 orang. Kegiatan masyarakat dibatasi mulai jam 04.00 s/d 20.00 Wib dan tidak ada kerumunan. Untuk kegiatan belajar/mengajar tetap dilaksanakan lewat daring," katanya. (Hen/jac)

 

redaksi

No comment

Leave a Response