Putin Sangkal Tudingan AS Terkait Serangan Cyber

 

Matamatanews.com, RUSIA –Sebelumnya Amerika Serikat menuduh Rusia lakukan serangan cyber untuk pengaruhi Pemilu Presiden AS. Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan ancaman peretasan itu hanya rekayasa politisi AS untuk menutupi sejumlah kegagalan mereka menjelang pemilu.

Ia juga menilai tuduhan itu hanya upaya pejabat AS untuk mengalihkan perhatian publik, terkait dugaan utang negara dan pengendalian senjata.

“Lebih mudah mengalihkan perhatian publik dengan menyebut ada peretasan, mata-mata serta upaya mempengaruhi pemilu AS oleh Rusia. Apakah ada yang benar-benar percaya Rusia bisa melakukan itu? , “ tegas Putin.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan para pakar kebijakan luar negeri di wilayah selatan Rusia, Kamis (27/10/2016). Ia menambahkan pemerintahan AS menurutnya tidak menepati janji soal upaya penyelesaian konflik di Suriah. Dengan mudahnya AS menuduh Rusia atas serangkaian insiden yang terjadi.

Putin mengaku tak percaya, publik meyakini Moskow berada dibalik peretasan yang terjadi dan berupaya mempengaruhi pilpres AS, November mendatang.

“Histeris yang dibuat-buat,” ujarnya, dikutip Reuters.

Sementara, juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest mengatakan bantahan Putin terkait peretasan sudah diprediksi sebelumnya. Ia menyatakan AS tetap berpendapat Rusia berada dibalik serangkaian serangan cyber tersebut.

“Tidak ada yang dikatakan Putin hari ini, tidak saya prediksi sebelumnya. Sangkalanya secara langsung meremehkan hasil analisis Kementerian Keamanan Dalam Negeri dan komunitas intelijen AS,” ungkap Josh. (Adith/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response