Puluhan Mahasiswa Asing Menempuh Pendidikan Di Unsoed Purwokerto

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Dalam perbincangan antara Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. dengan Direktur International Relation Office (IRO) Unsoed Dr. Erwin R Ardli atau sehari-hari dipanggil Erwin, menjelaskan bahwa kerja sama luar negeri Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto semakin luas dan kuat. Kegiatan ini diwujudkan melalui kemitraan dengan berbagai universitas dan institusi luar negeri. 

"Hingga tahun 2019 ini, Unsoed berhasil membangun jejaring kerja sama aktif dengan lebih dari 40 perguruan tinggi/lembaga di luar negeri dari berbagai negara. Sembilan kerja sama terbaru telah terjalin pada tahun 2019, di antaranya adalah Management and Science University (MSU) Malaysia, University of Debrecen Hungaria, Universiti Sains Islam Malaysia, University of Gezira Sudan, Universiti Kebangsaan Malaysia, Shoolini University India, Thai Nguyen University Vietnam, dan National Yunlin University of Science and Technology Taiwan, " ungkap Alumni Doktor dari Bremen University Germany ini.

Erwin menambahkan program internasionalisasi universitas melibatkan seluruh fakultas dan unit, dikoordinasi oleh UPT Layanan Internasional IRO UNSOED. Program yang sedang berjalan di antaranya  program beasiswa mahasiwa asing (Jenderal Soedirman Scholarship–JSS), program pertukaran mahasiswa (Student Exchange), Double Degree Program, Program Internship, KKN Internasional, Community Engagement for Foreign Student (Comefors), Unsoed Intercultural Summercamp (UIS), dan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). 

Erwin yang juga Dosen Fakultas Biologi Unsoed memaparkan bahwa pertukaran dosen juga menjadi capaian yang sangat penting, diantaranya dengan lolosnya FEB Unsoed dalam hibah Credit Mobility Program yang disponsori oleh Erasmus+ untuk tahun 2020 dan 2021.

Sementara itu Einstein yang juga Ka.Dept.Humas Pengurus Pusat Alumni Unsoed menjelaskan bahwa pada hari Selasa (03/09/19), Rektor Unsoed Prof.Dr.Ir. Suwarto,MS. menerima secara resmi puluhan mahasiswa asing dari berbagai negara di Gedung Rektorat lantai 3 untuk mengikuti berbagai program pendidikan di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Einstein menambahkan program tersebut berupa :

a. Program pendidikan bergelar strata dua (magister) dan strata 3 (doktoral) dengan beasiswa Jenderal Soedirman Scholarship (JSS),

b. Program Darmasiswa – BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing)

c. Program pertukaran mahasiswa asing (student exchange),

d. Program pertukaran mahasiwa nusantara dengan system alih kredit dan teknologi informasi (PERMATA-SAKTI).

Para Mahasiswa asing tersebut menurut Direktur International Relation Office (IRO) Unsoed Dr. Erwin R Ardli berasal dari dari berbagai negara, yakni Kyrgystan, Maroko, India, Jepang, Malaysia, Australia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Madagaskar, Sudan, dan Bangladesh. 

"Sementara masih ada beberapa lagi mahasiswa yang segera datang dan bergabung, karena mereka masih menunggu visa selesai seperti dari Libya, Burundi, Thailand dan Pakistan.

Disamping mahasiswa asing, terdapat pula enam orang mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia untuk mengikuti program PERMATA-SAKTI, mereka adalah 2 mahasiswa dari Universitas Udayana, 2 mahasiswa Universitas Sriwijaya, dan 2 mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat," ujar Erwin.

Secara terpisah Rektor Unsoed dalam sambutannya menyampaikan bahwa universitas terus berupaya meningkatkan program internasionalisasi perguruan tinggi dengan mendatangkan mahasiswa asing dan juga pertukaran dosen dengan universitas di luar negeri. 

Rektor berharap mahasiswa yang sudah tiba dapat mengikuti pendidikan di Unsoed dengan baik didukung dengan suasana kota Purwokerto yang nyaman sebagai tempat belajar. Sementara  Erwin menjelaskan daftar program, nama mahasiswa, dan negara asal :

a. Mahasiswa asing program pertukaran dengan Univ. Ibaraki, Jepang yakni 

Miho Suzuki, Yuto Nakane, Yoshiki Tomimoto.

b. Mahasiswa asing program pertukaran dengan Universiti Utara Malaysia :

Nur Izzati Binti Abdul Rahim, Nursyuhada Binti Zailan, Aireen Ika Razleen Binti Muhammad, Nurliadi Hapsari Binti Muhamad, Mohammad Asyraf Bin Mohammad Nazir, dan Nurlaura Syafreena

c. Program Darmasiswa 2019 :

Onisoa Anthony Faratina – Madagascar, Erika Anderson – Solomon Island, Seydou Mansour Maman – Togo, Veronika Maria Anna Bauer – Australia.

d. JSS 2019 yang sudah hadir diantaranya Vosi Karimchonzoda – Kyrgyzstan, Adnane Derbani – Morocco, Shainima Islam – Bangladesh, Susan Gari – Papua New Guinea, dan Gupta Sushil – India,

e. JSS 2019 yang akan  hadir adalah

Niyonsaba Theophiile – Burundi,  Adam Hafiz Ibrahim Abdalla – Sudan, Ayoub Saied Ahmed Abdelmegied – Mesir, Nageeb Mohammed Suliman Balla – Sudan, Yasser Saleh Ali Al-Monifi – Yaman, Saeed Amr Fuad Ali – Yaman, Senaa Safiullah – Afghanistan, Mamutse Janet – Zimbabwe, Yaramai Josephn Yakatambu – Papua New Guinea,, Mohammad Salem Ahmad Alhur – Sudan.

Secara terpisah Krissandi Wijaya, STP, M.Agr, PhD. sebagai anggota Tim Pendampingan Kelas Internasional Fakultas Pertanian (Faperta) Unsoed yang menjadi penghubung antara Faperta Unsoed dan Ibaraki Univerisity, Jepang menjelaskan bahwa ketiga mahasiswa dari Jepang tersebut selama di Unsoed mengikuti kuliah reguler di Faperta Unsoed terutama mata kuliah pilihan atau topik khusus. 

"Untuk memudahkan mahasiswa Jepang kuliah di Faperta Unsoed, mereka didampingi Arief Sudarmaji, ST, MT, PhD. sebagai koordinator kelas Internasional Faperta dan juga dibantu staf Dosen Faperta seperti Dr. Ike Sitoresmi, Dr. Pepita, Karseno, Ph.D. dan lainnya, " pungkas Krissandi yang juga Staf Ahli Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan ini.*(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response