Publik Amerika Perlu Tahu Operasi Turki di Suriah Secara Utuh

 

Matamatanews.com, ANKARA—Publik  Amerika Serikata (AS) punya hak untuk mengetahui operasi kebenaran tentang operasi yang dilakukan Turki di Suriah utara di tengah derasnya kesalahan informasi yang berkembang saat ini, kata penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Gülnur Aybet seperti dilaporkan Daily Sabah, Senin (14/10/2019).

"Ada banyak kebohongan dan informasi yang salah tentang apa yang kami coba lakukan (di Suriah utara). Presiden (Donald) Trump benar-benar  ingin membawa pulang pasukan Amerika Serikat, karena sangat tidak adil bahwa mereka disandera oleh orang yang sakit ini,” ucap Gülnur Aybet.

 "Kebijakan yang diwarisi dari pemerintah sebelumnya yang mempersenjatai satu kelompok teroris, (Unit Perlindungan Rakyat) YPG, untuk memerangi yang lain," ungkap Aybet kepada Fox News dalam sebuah wawancara.

Ia mengatakan sudah waktunya bagi AS untuk menghentikan kebijakan ini karena Ankara tetap "sangat kecewa" atas kerja sama Washington yang terus-menerus dengan para teroris YPG di luar zona operasi Turki.

Turki meluncurkan Operation Peace Spring, yang ketiga dari serangkaian operasi anti-teror lintas-perbatasan di Suriah utara yang menargetkan para teroris yang berafiliasi dengan Daesh (ISIS)  cabang Suriah dari PKK, YPG, pada 9 Oktober pukul 4 sore waktu setempat.

Operasi tersebut sejalan dengan hak negara untuk bela diri yang lahir dari hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, yang bertujuan untuk membangun zona aman bebas teror bagi warga Suriah yang kembali ke daerah timur Sungai Eufrat yang dikendalikan oleh Amerika Serikat, dan didukung Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang didominasi  teroris YPG.

Kelompok PKK yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa telah melakukan aksi terorrnya terhadap pemerintah Turki selama 30 tahun lebih, hingga menyebabkan hampir 40.000 orang tewas, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.

Turki telah lama mengecam ancaman dari para teroris di timur Sungai Eufrat di Suriah utara,dan berjanji akan melakukan aksi militer untuk mencegah pembentukan "koridor teroris" di sana.Sejak 2016, operasi Euphrates Shield dan Olive Branch Turki di Suriah barat laut telah membebaskan wilayah itu dari teroris YPG / PKK dan Daesh, memungkinkan hampir 400.000 warga Suriah yang melarikan diri dari kekerasan untuk kembali ke rumah.(cam)

 

redaksi

No comment

Leave a Response