Proyek Laut Merah Arab Saudi Ungkap Lokasi Berbagai Vila di Laut

Matamatanews.com, RIYADH—Tampaknya Arab Saudi semakin serius  saja mengembangkan bisnis pariwisata dan perhotelannya, terbukti dengan adanya proyek Laut Merah yang kini tengah dibangunnya di hamparan  pasir putih dan air laut kemilau.

Awak penyelam scuba, perenang snorkel dan kapten kapal lokal terlibat dalam penempatan lokasi penanda bawah air untuk berbagai vila.Pengembang di belakang Proyek Laut Merah Arab Saudi telah mengungkapkan lokasi untuk resor vila overwater yang akan dibangun di sekitar empat pulau di lokasi tersebut.

Sebuah tim perenang snorkel, penyelam scuba, dan master perahu membantu tim dalam menempatkan spidol di dasar laut untuk membantu memastikan tidak ada kerusakan pada terumbu karang.

Lokasi situs di pulau Sheybarah Selatan dan Ummahat Al Shaykh ditentukan selama proses tiga minggu. Perusahaan Laut Merah menggunakan peralatan survei berteknologi tinggi dan pesawat tak berawak untuk memetakan tempat-tempat optimal untuk membangun villa untuk memastikan gangguan minimum terhadap terumbu karang dan kehidupan laut.

Data survei ini juga akan membantu pengembang menentukan di mana restoran dan hotel harus ditempatkan di pulau itu.

"Ini adalah latihan yang menantang dan sangat kolaboratif yang membutuhkan kerja dari berbagai tim untuk disampaikan, ditambah dengan keterlibatan tak ternilai dari kapten kapal kami yang berasal dari masyarakat setempat dan telah menavigasi perairan laguna selama bertahun-tahun," jelas Ian Williamson, kepala pengembangan petugas di Perusahaan Pengembangan Laut Merah.

Proyek penandaan penyu juga sedang dilakukan oleh Perusahaan Pengembangan Laut Merah yang telah menandai dan melepaskan 20 kura-kura hijau. Ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyu di Laut Merah. Data pelacakan akan mengungkapkan habitat utama bagi kura-kura dan ini kemudian akan dimasukkan ke dalam rencana konservasi laut untuk Proyek Laut Merah.

Hotel pertama akan dibuka pada tahun 2022 ada pun Proyek Laut Merah akan dibuka untuk tamu pertamanya pada akhir tahun 2022.Pengembangan sudah berlangsung di lima pulau dan dua lokasi pedalaman yang ditetapkan untuk dibuka terlebih dahulu. Akan ada 14 hotel dan 3.000 kamar untuk pelancong serta beberapa fasilitas hiburan dan bandara sehingga orang dapat terbang langsung ke tujuan.

Seluruh tujuan berada di jalur yang harus diselesaikan pada tahun 2030 ketika 22 pulau dan enam lokasi pedalaman akan dikembangkan. Total akan ada 48 hotel, tapi jumlah tamu akan dikelola dengan hati-hati guna menghindari over tourism.

Beberapa pulau kemungkinan tidak diakan dikembangkan untuk tujuan komersial karena difokuskan untuk pelestarian alam dan pengembangan kehidupan laut. (sam/the national)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response