Prof.Dr. Abdul Rahman Embong : Transformasi Sosial Dapat Mengubah Masyarakat

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Makalah disampaikan oleh Prof.Dr. Abdul Rahman Embong (Univ. Kebangsaan Malaysia) pada diskusi The 3rd International Conference on Social Transformation, Community and Sustainable Development (STCSD) oleh FISIP Unsoed Purwokerto menyampaikan tema Social Transformation, Suistainable Development and Epistimic Community. 

Pada panel ini dia mengatakan bahwa transformasi sosial adalah serangkaian proses historis yang dapat mengubah masyarakat, mode produksi, ekonomi, budaya, dan lingkungan, yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan dan kondisi daripada manusia itu sendiri. 

"Transformasi sudah terjadi sepanjang sejarah, tetapi kali ini mereka mengalami peningkatan yang lebih cepat karena inovasi tekonologi yang canggih pada satu sisi berdasarkan faktor kebutuhan manusia yang tidak pernah mengalami kepuasan, " katanya.

Dia memberikan studi kasus pada revolusi pertanian yang terjadi pada 10.000-20.000 SM yang dikenal dengan revolusi neolitik yang berasal dari negara-negara Timur Tengah hingga bagian dunia lainnya yang ada di dunia, transisi sejarah tersebut mulai dari berburu hingga meramu ke pertanian. Hal tersebut dapat dilihat pada 1st – 4th industrial revolution/revolusi industri: 1760 - 21st century-aktivitas ekonomi digital, robotik, hal-hal yang berbau internet. Adapun revolusi industry tersebut memiliki dampak-dampak yang negative pada isu keimigrasian (transisi urbanisasi, perjalanan pariwisata, penyebaran hubungan internasional, dan  lingkungan.

Dr. Abdul Rahman menambahkan teori-teori yang berpendapat pada transformasi sosial yang dikemukakan oleh beberapa ahli, di antaranya adalah teori yang dibawa oleh Polanyi-Double Movement, Paul Baran & Marxist school, Wallerstein-world system theory,dan juga  globalization theories.

"Perkembangan dari pada SDG “From development to suistainable development” yang berawal dari akhir perang dunia ke-II hingga dewasa kini mengalami perkembangan yang berkelanjutan, " sambungnya.

Dia menyimpulkan bahwa transformasi sosial adalah serangkaian proses historis sosial yang tidak dapat terhindarkan dan harus dikelola dengan baik.

"Perkembangan adalah bukan hanya unsur ekonomi saja tetapi juga multidimensional. Intinya adalah manusia, bukan negara atau pasar. Tergantung pada bagaimana umat manusia mengembangkan perkembangan tersebut dimana manusia harus dilindungi oleh pasar dan negara, sebagaimana negara dan pasar harus melayani manusia, melindungi lingkungan, dan membawa perbaikan dalam kondisi manusia itu sendiri. Nature tidak boleh dihancurkan/dikonsumsi tanpa memandang bulu untuk keuntungan atau keserakahan manusia, tetapi untuk generasi kehidupan dan pembangunan peradaban yang ada, " pungkasnya.(hen)

redaksi

No comment

Leave a Response