Privasi Pengguna Email Yahoo di Mata-matai

 

Matamatanews.com, CALIFORNIA – Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Yahoo Inc secara diam-diam membangun sebuah program perangkat lunak untuk memindai semua pesan yang masuk pada email yahoo. Data terakhir pada 12 maret 2016, tercatat ada 280 juta pengguna email yahoo, dan 81 juta diantaranya merupakan pengguna yahoo asal Amerika.

Seperti yang dilansir Reuters, tiga mantan karyawan yahoo dan seseorang yang mengetahui peristiwa ini menyebutkan, yahoo telah telah memenuhi permintaan pemerintah Amerika untuk mengklasifikasikan dan memindai jutaan akun yahoo mail. Permintaan tersebut atas permintaan Badan Keamanan Nasional (NSA) atau Biro Investigasi Federal (FBI) dalam bentuk perintah rahasia yang dikirimkan kepada tim hukum perusahaan.

Menurut pengakuan mantan karyawan yahoo, keputusan yang diambil oleh Chief Executive Marissa Mayer menimbulkan konflik internal di tingkat direksi pada Juni 2015 lalu. Hal tersebut membuat kepala keamanan informasi (CISO) yahoo Alex Stamos mengundurkan diri dan pindah ke Facebook. Stamos dikabarkan menemukan surat perjanjian antara badan intelijen Amerika dengan perusahaan yahoo terkait program rahasia mengenai mesin pelacak dan pemindai email.

Undang-Undang tentang pengawasan Intelijen Luar Negeri, sebenarnya badan-badan Intelijen dapat meminta perusahaan internet dan telekomunikasi AS untuk menyediakan data pelanggan. Data tersebut digunakan untuk mengumpulkan informasi intelijen termasuk pencegahan serangan teroris.

Namun, akibat skandal NSA yang berhasil dipublikasikan oleh Edward Snowden, otoritas Amerika dengan sangat terpaksa mengendurkan intensitas program pengawasan sebagai bentuk untuk melindungi hak privasi. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response