Presiden Temui Ribuan THL Yang Berkumpul di Jawa Tengah

 

Matamatanews.com, SEMARANG—Silaturahmi THL TBPP Indonesia bertempat di GOR Jatidiri Semarang Jawa Tengah dihadiri oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo beserta Ibu, Menteri Pertanian, Gubernur Jawa Tengah beserta ibu, Pangdam Diponegoro, Kapolda Jawa Tengah, dan THL TBPP yang berjumlah  sekitar lima ribu orang.Dalam acara tersebut dalam pantauan Matamatanews.com ,Peserta memasuki gedung pukul 07.00 WIB dan Rombongan Presiden tiba di lokasi pada pukul 09.45 WIB.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne THL TBPP. Dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar THL TBPP. Kemudian laporan dari ketua ForKom THL TBPP, dalam sambutannya, beliau berharap agar THL TBPP dapat mendampingi petani dengan legalitas yang jelas tdak bayang-bayang seperti yang dirasakan saat ini dan tercapai adanya kesamaan(pengangkatan) seperti bidan dan dokter. 

Dalam acara tersebut ,tak mau ketinggalan mdari Gunernur Jawa Tengah ,Bapak Ganjar Pranowo memberikan sambutan hangat kepada peserta, beliau mengucapkan terima kasih kepada panitia dan selamat datang kepada seluruh peserta, dan dengan gaya "guyon"nya mengatakan bahwa "saya telah  telah menepati janji supaya THL bisa bertemu Presiden".  Kata pak gubernur.

Dalam pidato nya pak Joko Widodo(Jokowi) berjanji akan menjawab keinginan Tenaga Harian Lepas (THL) Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pekan depan. Ia mengaku sudah mengetahui permasalahan ini. 

"Besok saya panggil Menpan RB, Selasa libur. Rabu atau Kamis saya sudah mengetahui," kata Presiden saat acara pertemuan dengan THL TBPP di GOR Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Ahad (3/2).

Ia bahkan sebelumnya secara jujur mengakui baru mengetahui ada problem THL di dunia pertanian. Sebab yang selama ini ia pahami hanya persoalan serupa untuk guru dan bidan yang sedang diselesaikannya satu persatu.

"Yang diharapkan kan THL yang masih belum diangkat begitu, benar? Saya baru diberitahu jadi kalau disuruh menjawab sekarang ya sulit. Wong baru diberitahu bagaimana mau menjawab," katanya.

Namun, ia menegaskan, untuk persoalan pengangkatan ASN memerlukan payung hukum bisa melalui Perpres atau Keppres. Tetapi hal itu, kata dia, harus dilihat dengan seksama jangan sampai bertentangan dengan undang-undang.

"Kita lihat dulu Undang-undang memungkinkan enggak. Saya ngomong blak-blakan saya enggak mau ngomong manis-manis," katanya.

Ia berharap untuk tidak kemudian diminta menabrak aturan meski logikanya Indonesia masih kekurangan tenaga penyuluh pertanian. "Jangan sampai saya disuruh nabrak regulasi dan UU. Saya pulang besok saya panggil Menpan RB peluangnya seperti apa. Nanti kalau tidak tabrak UU saya undang 17 ribu," katanya

"Besar harapan para THL TBPP untuk bisa menjadi ASN .mereka mensyukuri untuk hal ini sudah mulai ada titik terang sambil berharap kepastian dari keputusan presiden" ungkap Fadhel salah seorang peserta dari Purbalingga yang hadir dalam acara tersebut ke pada Matamatanews.com.(Ros/berbagai sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response