Presiden Perdamaian Dunia Sebut Virus Korona Hanya Isyu

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Presiden Perdamaian Dunia atau lazim disebut The World Peace Committee yang mewakili 202 negara, HE MR Djuyoto Suntani tampaknya memiliki pandangan yang berbeda  terkait dengan  pandemi virus korona COVID-19 yang kini tengah diperangi dan dihambat penyebarannya di seluruh dunia. Dengan tegas ia mengatakan sama sekali tidak percaya dengan dunia yang saat ini dilanda virus  korona COVID-19.]

Menurut Presiden Perdamain Dunia yang  akrab disapa Mr Djuyoto ini, bahwa virus korona hanya sekedar isyu  yang diciptakan atau dibuat oleh konspirasi global dunia untuk membentuk Tata Dunia Baru yang memiliki visi dan misi agar dunia dalam genggaman mereka.

“ Saya  sama sekali tidak percaya ada virus korona, isyu tersebut merusak jiwa umat manusia diseluruh dunia dan itu diciptakan oleh konspirasi global untuk mewujudkan Tata Dunia Baru,” kata Mr Djuyoto kepada Matamatanews.com yang ditemuinya di bilangan Cibubur, Jum’at (17/4/2020) kemarin. Berikut petikannya.

Apa tanggapan Anda terkait dengan adanya kasus virus korona yang sedang fenomenal di seluruh dunia ini?

Saya HE Mr.Djuyoto Suntani Presiden  The World Peace Committee 202 (WPC) mewakili masyarakat internasional 202 negara mengatakan bahwa virus corona atau COVID-19 tidak ada sama sekali.Isyu ini dibuat oleh konspirasi global dunia untuk membentuk Tata Dunia Baru, mereka punya visi dan misi dunia dalam Genggaman Mereka, Satu Pemerintahan Dibawah Mereka, Satu Agama Sekulerisme, Satu Mata Uang Tunggal versi Mereka, Satu Budaya versi Mereka.Dan antar manusia dijauhkan dengan Tuhan, dengan keluarga, dengan teman-teman, dan itulah yang terjadi saat ini.Saya minta seluruh umat manusia dipenjuru dunia jangan percaya dengan isyu virus korona, ini isyu yang sengaja dibuat oleh  konspirasi global untuk membentuk Tata Dunia Baru.Itu yang saya sampaikan."

Indikasinya apa pak?

“Indikasinya adalah selama ini tidak pernah ada bukti nyata siapa korban korona, saya berkali-kali minta temukan saya dengan korban-korban, diman mereka punya kuburan, dimana mereka punya makam, dan bagaimana bentuk virus itu. Saya ingin tahu. Saya ini ke seluruh dunia terbang tanpa menggunakan masker. Alhamdulillah, karena saya memiliki Tuhan yang melindungi saya, saya tidak percaya virus korona.”

Lalu , bagaimana dengan adanya beberapa kuburan korban virus korona yang diekspose besar-besaran itu?

“Saya ingin tahu dimana kuburan – kuburan itu.Kuburan itu biasanya dibuat suatu cerita. Dalam film Italia, katanya korban  korona, ternyata itu hanya film masa lalu yang diciptakan dan diberitakan secara masif, sistematis dan terus-menerus.Nah kuburannya dimana, dan saya mau datang ke kuburan itu.”

Lalu bagaimana dengan kuburan yang di Pondok Ranggon itu?

“ Saya ingin tahu, coba di cek, di bongkar benar nggak dia itu mati karena virus korona? Orang meninggal itu  tiap hari banyak sekali, dari dulu sampai nanti akhir zaman. Meninggal macam-macam, tapi yang utama adalah meninggal karena jantung, Jantung berhenti berarti meninggalkan kehidupan ini, itu yang terjadi. Saya katakan lagi dimana itu kuburan virus korona, saya mau datang saya mau mencek seperti apa itu penyakit virus korona itu? Karena memang tidak ada. Inilah saya akan hidupkan jiwa manusia, bangkitkan jiwa manusia, jangan takut dengan isyu – isyau yang dibuat oleh konspirasi global.Jangan salahkan pemerintah,  pemerintah pun tidak tahu karena dikendalikan oleh suatu konspirasi yang  tidak kelihatan dan mencekeramkan umat manusia di seluruh dunia yang dibalut dengan Tata Dunia Baru.

Makanya saya pada tanggal 7 Maret 1997 membuat Komite Perdamaian Dunia dengan  visi misi membangun peradaban baru, satu kuat di bumi dengan hati yang baik.Peradaban Baru di atas Tata Dunia Baru artinya adalah konspirasi global itu ada di bawah kendali saya. Itu yang saya maksud,

Berarti Anda setuju dengan adanya anggapan bahwa semua ini dilakukan oleh kelompok yang disebut New Order atau Dunia Baru?

“ Nah, tadi saya katakan Tata Dunai Baru kan,  New World Order. Mereka memang membentuk Tata Dunia Baru di bawah kendali mereka, yang namanya Presiden tanpa Negara inikan  kasihan, saya kasihan saya bilang. Jangan salahkan Jokowi, jangan . Dia nggak  ngerti . Jangan salahkan Trump, dia nggak ngerti.Karena yang berkuasa adalah konspirasi global yang tidak terbentuk dan tidak muncul di permukaan tapi mereka kendalikan dunia. Seperti Freemansory, illuminati, lucifer, ini konspirasi tidak kelihatan, dan mereka tidak berputus organisasi tapi mereka kuat sekali. Kalau namanya kepala negara ini kasihan, jangan salahkan mereka saya bilang. Sekarang kita lawan dengan kebaikan, kedamaian, kasish sayang, dan kita bersahabat dengan alam semesta. Itulah yang harus kita lawan konspirasi global ini. Alhamdulilah saya sudah membuktikan ucapan saya sebagai Presiden Perdamaian Dunia yang mewakili 202 negara, kemana pun saya pergi, saya tidak pernah pakai masker. Dan saya katakan itu hanya isyu virus, tidak pernah ada bukti yang bisa dipertanggung jawabkan." (cam)

 

 

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response