Presiden dan Wapres Kritik KepalaDaerah

 

Matamatanews.com—JAKARTA-Presiden Jokowi dan Wapares Jusuf Kalla melempar kritik pedas saat memberi pengarahan kepada kepala daerah seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta,Kemarin,Jum’at (9/4/2016).Presiden Jokowi mengingatkan,bahwa Kepala daerah yang terpilih tidak perlu boros menghamburkan uang dengan berbagai kebutuhan,seperti mobil baru.
“Jauh lebih penting pemimpin daerah memperhatikan komposisi APBD,alokasi belanja rutin,, belanja pembangunan, dan belanja operasional agar proporsional,” kata Presiden.Hal senada juga disampaikan Wapres Jusup Kalla, menurutnya saat ini tidak sedikit kepala daerah yang hidup dalam kemewahan.” Saya ke kabupaten di kepulauan, masuk ruang tamu wali kota, furnitur buatan Italia,mobil mewah, apa yang mau dicapai.Lebih banyak operasional daripada untuk pembangunan,”tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengutarakan kekesalannya ,karena masih ada dana pemerintah daerah yang mengendap hingga Rp 183 triliun di bank.” Itu buat apa? Tadi pagi saya cek uang di bank daerah milik APBD  sebanyak Rp 183 triliun. Besar sekali,”ujarnya.Padahal, jika digelontorkan lebih cepat, dana tersebut dapat mendorong perputaran ekonomui daerah,terutama untuk pembangunan infrastruktur.

“Tahun kemarin sampai Rp 282 triliun mandek di bank sekian bulan. Setelah saya gedor, baru jalan.Itu masalahnya mulai proyek di akhir tahun. Ini jangan diteruskan,” tegasnya.
Presiden mengingkat kepala daerah yang baru menjabat  untuk tidak mengikuti pola lama layaknya pemerintah pusat,reformasi struktural harus dijalankan. “Kepala daerah, tolong dipahami, jangan sampai kena arus birokrasi.Anda harus reformasi semua sehingga pertumbuhan ekonomi daerah baik di awal tahun.kalau tak ada uang keluar dari APBD awal tahun,ekonomi nggak jalan,” jelasnya sambil mengaskan bahwa kepala daerah harus satu visi dengan pemerintah pusat.(MI/icam)

 

sam

No comment

Leave a Response