PPATK Awasi Rekening Dana Kampanye Pilkada

 

Matamatanews.com.JAKARTA—Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Kuangan (PPATK) minta Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta ikut mengawasi dana kampanye pasangan calon. Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya pelanggaran dalam pendanaan kampanye.

Muhammad Jufri, anggota Bawaslu DKI Jakarta mengatakan praktik penyimpangan yang terjadi misalnya seperti, perusahaan menyumbang dana kampanye tanpa melalui rekening yang didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dan pasangan calon yang menyetor ke rekening dana kampanye secara berulang – ulang dan melebihi jumlah yang ditentukan.

Atau bisa juga sebuah perusahaan memecah sumbangan menjadi beberapa rekening atas nama perorangan sebelum di transfer ke rekening dana kampanye.

“ Kami akan berkoordinasi dengan PPATK dalam melihat transaksi keuangan para penyumbang,” ujar Jufri, seperti dikutip CNNIndonesia, Kamis (29/9/2016).

Rekening tersebut akan diaudit oleh akuntan publik apakah ada dana penyumbang yang melebihi ketentuan atau tidak. Dalam Undang – undang Nomor 10 Tahun 2016 diatur bahwa sumbangan dana kampanye dari perorangan dibatasi paling banyak Rp 75 juta. Sementara dari badan usaha sebesar Rp 750 juta.

“ Jika ada kelebihan sumbangan, tidak boleh digunakan oleh pasangan calon,” ungkapnya. Pasangan calon juga dilarang menerima sumbangan dari pihak asing. Penyumbang harus jelas identitas dan alamatnya. “ Tidak boleh menyumbang atas nama hamba Allah,” lanjut Jufri. Sumbangan itu tidak hanya dalam bentuk uang, bisa juga dala bentuk barang. Sumbangan dalam bentuk non-uang akan dikonversikan dalam nominal uang oleh KPU.

Dalam waktu dekat, Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno mengatakan akan mengundang perwakilan tim pemenangan pasangan calon untuk membahas batas penggunaan dana kampanye. Dalam Undang – undang Nomor 10 Tahun 2016, pembatasan dana kampanye pengaturannya dilakukan oleh KPU Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Sumarno mengakui penyusunan batas dana kampanye akan berlangsung rumit, banyak hal harus dipertimbangkan dalam hal tersebut. Saat ini, KPU DKI Jakarta masih merancang petunjuk teknis terkait kampanye. (Adith/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response