Poultry Indonesia Forum Adakan seminar "Mewujudkan Demokrasi Dengan Jalan Peternak Berkoperasi"

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO - Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi bertindak sebagai Keynote Speaker pada seminar virtual Poultry Indonesia Forum (PIF) edisi ke 4 dengan tema "Mewujudkan Demokrasi dengan jalan Peternak Berkoperasi" melalui aplikasi Zoom, Sabtu (07/11/2020). 

Humas Dies Natalis ke 54 Fapet Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum mengungkapkan seminar yang diselanggarakan Majalah Poultry Indonesia tersebut menghadirkan Suroto (Pengamat Koperasi), Suwardi (Ketua Koperasi Ternak Unggas Sejahtera Kendal), Sugeng Wahyudi (Ketua Koperasi Ternak Unggas Wirasakti Bogor) dengan moderator Farid Dimyati (alumni Fakultas Peternakan Unsoed 2009).

Salah satu pembicara Suroto,SE. menegaskan bahwa sistem koperasi merupakan kunci dalam pembangunan ekonomi kerakyatan.

"Jika ingin berjalan dengan baik, koperasi didasarkan pada nilai menolong diri sendiri, tanggung jawab, persamaan, keadilan dan solidaritas," kata pendiri KOPKUN Group Purwokerto ini. 

Selain itu lanjut Suroto, koperasi juga harus dijalankan dengan prinsip keanggotaan sukarela dan terbuka, pengendalian oleh anggota secara demokratis, partisipan ekonomi anggota, otonomi dan kemandirian, pendidikan dan pelatihan, informasi, kerja sama antar koperasi, hingga kepedulian terhadap komunitas/lingkungan.

Suroto menilai, dalam bidang perunggasan, kekuatan korporasi telah menguasai segala lini, sehingga membuat peternak unggas tidak memiliki daya tawar yang membuat mereka terkooptasi di hadapan korporasi.

"Apabila koperasi perunggasan digarap dengan baik dan serius maka dapat menjadi modular canggih yang bisa dimanfaatkan peternak unggas di Indonesia agar dapat lepas dari ketergantungan terhadap cengkeraman korporasi ternak unggas kapitalis." imbuh Ketua Kosakti ini.

“Kita harus perkuat sistem koperasi peternak rakyat. Tidak hanya fokus pada on farm-nya saja seperti yang terjadi pada kerja sama berbasis korporasi. Akan tetapi ke depan harus bisa seperti halnya peternak unggas di Kanada dan Selandia Baru, mereka benar-benar berdaulat dan menguasai pasar melalui koperasi,” kata Suroto menambahkan.

Sementara Pemimpin Redaksi Majalah Poultry Indonesia Farid Dimyati mengatakan bahwa sejauh ini peternak rakyat mandiri memang dalam posisi yang dilematis. Dari segi input produksi, mereka sering tertekan dengan kenaikan harga DOC dan pakan, sedangkan pada saat panen, harga jual jauh dari harapan karena sering jatuh di bawah biaya pokok produksi. Hal inilah yang membuat mereka tidak memiliki daya tawar di hadapan pasar.

"Dalam kondisi persaingan usaha yang tidak seimbang, peternak rakyat mandiri memang sudah seharusnya berhimpun dalam sebuah wadah bernama koperasi," kata Farid.

Farid menambahkan, Koperasi menjadi harapan peternak rakyat mandiri di tengah bisnis perunggasan yang semakin ketat. Koperasi di Indonesia juga semestinya bisa berkembang seperti koperasi peternak di negeri-negeri Barat yang dikelola secara profesional.

Dosen Fapet Unsoed yang juga ahli Pemberdayaan Masyarakat Dr.Ir.Lucie Setiana,MP. berharap jika SDM yang profesional berkumpul, bersatu, punya Visi, Misi, dan tujuan yang sama untuk kemandirian serta Komitmen Pemerintah dalam Memajukan Koperasi Indonesia, maka  Koperasi menuju Kesejahteraan akan bisa terwujud. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response