Polisi Telusuri Enam Penggarap Hulu Sungai Cimanuk

 

Matamatanews.com, JABAR—Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat terus lakukan investigasi mendalam terkait dugaan alih fungsi lahan dan hutan di hulu Sungai Cimanuk yang menjadi penyebab banjir bandang 20 September lalu.

Penyidik juga melakukan penelusuran pelanggaran pemanfaatan lahan oleh enam korporasi di daerah aliran sungai (DAS) seluas 3.493 kilometer persegi. Kamis (6/10/2016) penyidik melakukan pemanggilan terhadap 11 institusi dan badan usaha yang ikut mengelola hulu cimanuk.

“ Ada potensi pelanggaran hukum di sana. Makanya kami cek kelengkapan dokumen pendirian bangunan dan lainnya,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Ama Kliment Dwikoejanto. Ama mengatakan enam korporasi tersebut bergerak dibidang agrobisnis, pariwisata dan penewaan vila. Namun, ia enggan menyebutkan nama – nama keenam korporasi tersebut.

Pada pemeriksaan Kamis (6/10/2016), turut dihadiri perwakilan Perhutani, Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat, Badan Pertahanan Nasional Daerah Kabupaten Garut erta Dinas Tata Ruang Pemukiman Kabupaten Garut.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Bambang Waskito mengatakan kerusakan terjadi di empat titik hulu sungai, yakni wilayah Gunung Papandayan, perkebunan the Pamagetan, Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Mandalagiri dan Kecamatan Pasir Wangi di kawasan Pegunungan Darajat.

“ Ada tiga undang – undang yang akan digunakan, yakni Undang – Undang Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Korupsi,” ungkap Bambang. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyatakan ada badan usaha mili daerah, yakni PT Argo Jawa Barat, yang memilki lahan seluas 1.950 hektare di hulu DAS Cimanuk. Namun, ia menuding perambahan kawasan dilakukan oleh masyarakat.

“ Tanahnya sudah dijarah masyarakat sejak 2008, bahkan jauh sebelum itu,” tuturnya.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerin Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rasio Ridho Sani memastikan akan menindak tegas perusahaan atau perorangan yang melakukan pelanggaran di kawasan hulu Sungai Cimanuk. “ Ada indikasi pelanggaran. Tim kami saat ini sedang mengumpulkan data untuk penindakan,” ungkap Rasio. (Adith/Berbagai sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response