Polisi Belarusia Tahan 370 Pengunjuk Rasa pada Hari Minggu

 

Matamatanews.com, MINSK—Sedikitnya 370 pengunjuk rasa,bahkan bisa lebih telah ditahan aparat keamanan di Minsk dan wilayah lain di negara itu pada hari Minggu (8/11/2020), kata pusat hak azasi manusia Vesna yang tidak diakui pemerintah Belarusia .

Dilansir dari kantor berita Rusia, Tass, pusat  HAM menerbitkan daftar pengunjuk rasa yang ditahan terdiri dari 376 orang. Mayoritas ditahan di Minsk, sementara beberapa orang lainnya ditangkap di Bobruysk, Vitebsk, Gomel dan Lyakhovichi.

Selain itu, polisi anti huru hara Belarusia juga telah menahan lebih dari 20 wanita yang berpartisipasi dalam pawai protes di pusat kota Minsk. Saksi mata mengatakan kepada TASS bahwa Olga Khizhinkova, seorang tokoh masyarakat yang dinobatkan sebagai Miss Belarusia pada tahun 2008, termasuk di antara yang ditahan.

Beberapa reporter, termasuk jurnalis foto Sputnik Belarusia dan Komsomolskaya Pravda di Belarus, ditahan selama aksi unjuk rasa berlangsung.

Demonstrasi nasional telah melanda Belarusia setelah pemilihan presiden 9 Agustus. Menurut hasil resmi Komisi Pemilihan Umum Pusat, Presiden petahana Alexander Lukashenko menang telak, mengumpulkan 80,10% suara. Saingan terdekatnya dalam balapan, Svetlana Tikhanovskaya, berada di urutan kedua, dengan 10,12% suara. Namun, dia menolak untuk mengakui hasil pemilu, dan meninggalkan Belarusia menuju Lituania. 

Setelah hasil jajak pendapat diumumkan terlambat pada 9 Agustus, protes massal meletus di pusat kota Minsk dan kota-kota Belarusia lainnya. Selama periode awal pasca-pemilu, aksi unjuk rasa menjadi bentrokan sengit antara pengunjuk rasa dan polisi. Kerusuhan saat ini sedang disemangati oleh Dewan Koordinasi oposisi, yang telah memukuli drum untuk lebih banyak protes. Sebagai tanggapan. (esma)

redaksi

No comment

Leave a Response