Polda Sumsel Gulung Sindikat Narkoba dan Sita Miliaran Hasil Pencucian Uang

 

Matamatanews.com, PALEMBANG—Kepolisian daerah (Polda ) Sumaera Selatan (Sum-Sel )siang tadi, Rabu ( 24/8 ) di halaman Apel Mapolda Sum-Sel Jln. Jendral Sudirman Km. 4 Palembang melakukan release tersangkaTidak Pidana Pencucian Uang (TPPU)terkait permasalahan narkoba dengan tersangka Danil Saputra Alias Jamaluddin Bin M. Yanis.

Kapolda Sum-Sel Irjen Pol Drs Firli, M.Si, didampingi oleh Wakapolda Sum-Sel Brigjen Pol Drs Danni Gapriel, SH, Hadi dan Deputi Bidang Pemberantasan PPATK Irjen Pol Firman Santyabudi, M.Si, serta Dirresnarkoba, Kombes Pol Farman, SH, Sik, MH, PJU Polda Sum-Sel, Dan Kabid Humas Polda Sum-Sel Kombes Pol Supriadi, SH, MH.

 "Adapun barang bukti atau aset yang telah disita yaitu : Uang 1.6 Milyar, Uang tunai 100 Juta, 5 Unit truck Fuso, 1 Unit Mobil Sienta, 1 Unit Mobil CRV BG 333 JM, 1 Uni Mobil XPander BL 1719 LM, 3 Unit Motor, 1 Bangunan & Tanah Tambak Udang, 1Bidang Tanah dan Bangunan CV. Rizky Pratama, 1 Bidang Tanah di wilayah Ogan Ilir, 1 Unit rumah di Kenten, 2 Bidang Tanah dilhoksemawe."kata  kapolda sumsel Irjen Pol Drs Fikri MSi

"Terungkapnya permasalahan itu berawal dari penangkapan tersangka Suhardiman (Pegawai Lapas Merah Mato) dan kawan-kawan dengan barang bukti 580 gram Shabu, 300 butir Extacy dan uang Rp. 120 juta pada tanggal 2 Agustus 2018 lalu, dari hasil pemeriksaan para tersangka barang bukti ditemukan adanya bandar yang ada di salah satu Lapas dan merupakan seorang napi sekaligus pengendali atas nama Danil Saputra Alias Jamaluddin Bin M. Yanis, pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap napi tersebut dalam tindak pidana Narkoba diduga bahwa bisnis narkoba tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2016 dan hasil dari penjualan tersebut dikirimkan atau dialirkan ke rekening-rekening yang dicurigai dengan seringnya bertransaksi dalam kapolda yang besar" ujar Kapotinda

Kapolda juga mengatakan dalam pemeriksaan tindak pidana asalnya yaitu narkoba dan ditemukan adanya aliran – aliran transaksi keuangan yang mencurigakan atau patut diduga adanya TPPU. Oleh penyidik Ditresnarkoba diterbitkan LP TPPU : LP/218-A/X/2018/Ditresnarkoba tanggal 9 Oktober 2018 kemudian dilakukan proses sidik dan lidik aset-aset tersangka yang diduga hasil dari penjualan narkoba sehingga oleh penyidik ditemukan aset-aset bergerak dan tidak bergerak yang ada diwilayah Aceh, Medan, Palembang dan Ogan Ilir, termasuk uang sebesar 1.7 Milyar dan 1 Unit CRV BG 333 JM yang waktu itu akan diberikan kepada penyidik agar kasusnya tidak dinaikkan atau tidak dilanjutkan. Namun oleh penyidik uang dan mobil tersebut disita sebagai barang bukti dan tindak pidana pencucian uang karena semua diperoleh dari kejahatan narkoba dan dilakukan penyitaaan oleh penyidik serta proses sidik selanjutnya dan pengembangan jaringan diatasnya.

Tersangka kita kenakan Pasal yang disangkakan atau pasal 5 dan atau pasal 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian Uang dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun dan denda paling banyak 10 Milyar.kata Irjen Pol Drs Fikri Msi (ibrahim abadui)

 

redaksi

No comment

Leave a Response