Polda Gerebek Gudang Diduga Pabrik Obat Ilegal

 

Matamatanews.com, JAKARTA –Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan terhadap empat gudang yang diduga berfungsi sebagai pabrik obat-obatan dan jamu palsu di Cakung, Jakarta Timur. Pabrik yang bisa memproduksi jutaan butir obat dan jamu ilegal itu diperkirakan memiliki omset sekitar Rp 6 miliar perbulan.

“Selain tidak memiliki ijin edar, diduga menggunakan bahan baku palsu dan campuran obat asli,” ungkap Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriwan, Jum’at (28/10/2016).

Polisi telah mengamankan seorang tersangka RS (38), selaku penanggung jawab produksi. Ia diduga telah beroperasi selama enam bulan di kawasan pergudangan tersebut. Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan ratusan karung bahan baku seperti tepung talk powder, cotiox dan pewarna kuning.

Selain itu, ditemukan juga jutaan butir obat siap jual yang telah dikemas serta sejumah alat produksi yakni mesin pengering, pengaduk, kompresor hingga mesin setrip. Obat yang diperoleh, secara kasatmata mirip seperti asli. Pasalnya tertera nomor seri pada kemasannya.

“Ini sudah cukup sempurna pemalsuannya. Kita mencurigai, pasti ada konsultan yang biasa mencetak obat ini atau pernah kerja, atau mungkin menjadi trainer di sini,” ujar Iriawan.

Disisi lain, Deputi II Pengawasan Obat Kosmetik dan Produk Komplemen Badan Pengawsan Obat dan Makanan (BPOM), Ondri Dwi Sampurno mengatakan sarana produksi obat dan jamu itu sudah jelas ilegal. Itu tidak memenuhi standar baku tempat produksi obat.

Ia juga menyatakan modus, pola dan jenis obat yang ditemukan pada kasus Cakung mirip dengan penemuan 42 juta butir obat palsu di Balaraja, September silam.

“Bisa saja otak dari kedua kasus sama, nanti akan kami kembangkan,” tutur Ondri.

Iriawan menambahkan, ia menduga tidakan itu dilakukan secara terorganisasi. Mesin yang digunakan cukup canggih dan mahal serta total investasi bisnis itu mencapai 12,5 miliar rupiah. (Adith/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response