PM Palestina Serukan Komunitas Internasional Tekan Israel Gelar Pemilu di Yerusalem

 

Matamatanews.com, RAMALLAH—Hari Kamis (21/1/2021) kemarin Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menyerukan kepada komunitas internasional terutama Uni Eropa (UE) untuk menekan pemerintah pendudukan Israel agar di masa mendatangan warga Palestina di Yerusalem yang diduduki  diizinkan untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara (Pemilu).

"Demokrasi Palestina seharusnya tidak menjadi sandera terhadap suasana pendudukan [Israel]. Perjanjian yang ditandatangani menetapkan bahwa semua warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem, diizinkan untuk berpartisipasi dalam pemilihan, dan kami ingin komunitas internasional. untuk menekan ini, "kata Perdana Menteri seperti dikutip Kantor Berita Palestina, WAFA.

Pernyataan Perdana Menteri tersebut diungkapkan ketika menerima 51 duta besar asing, konsul dan anggota korp diplomatik yang di akreditasi untuk Palestina di kantornya di Ramallah saat berdiskusi dengan mereka terkait denggana penyelenggaraan pemilu nasional di Palestina.

Dalam pertemuan tersebut, Shtayyeh mengimbau negara-negara di dunia untuk mengirimkan pengamat untuk berkontribusi bagi keberhasilan pemilu, dengan mengatakan bahwa ia menghargai segala bentuk dukungan untuk penyelenggaraan pemilu.

Perdana Menteri menekankan bahwa pemerintah akan melanjutkan misinya secara maksimal hingga selesainya pemilihan Dewan Legislatif dan pembentukan pemerintahan baru, menambahkan bahwa pemerintahnya tidak akan menyia-nyiakan upaya untuk menyukseskan pemilihan.

"Ada kemauan politik yang kuat di sisi kepemimpinan, yang dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas, dan semua faksi untuk mengadakan pemilu. Pemilu adalah pintu gerbang untuk mengakhiri perpecahan dan memulihkan persatuan nasional setelah perjanjian rekonsiliasi gagal," kata Shtayyeh. para duta besar.

"Pemilu ini sangat penting bagi kami karena akan mengakhiri perpecahan dan mengembalikan demokrasi. Kami ingin melihat demokrasi berkembang dan kembali ke jalurnya.".(cam)

redaksi

No comment

Leave a Response