PM Palestina Ikut Aksi Jaga Kantor Stasiun Televisi dari Larangan Israel

 

Matamatanews.com, RAMALLAH—Selasa (15/6/2021) lalu Perdana Menteri Palestina dan para pejabat penting lainnya dikabarkan ikut dalam aksi berjaga di luar kantor Perusahaan Penyiaran Palestina di Ramallah sebagai protes atas keputusan otoritas pendudukan Israel yang melarang wartawan terutama TV Palestina untuk melakukan kerja jurnalistiknya di Yerusalem.seperti diketahui, Palestina TV adalah merupakan  corong resmi pemerintah Palestina yang dijalankan oleh PBC dan otoritas pendudukan Israel secara sepihak telah memblokir PBC tanpa peringatan.

"Suara TV Palestina adalah suara Yerusalem dan suara seluruh Palestina, dan merupakan suara kebebasan dan perjuangan nasional. Israellah yang melawan geografi kami dan mencaplok tanah kami secara sistematis," kata Shtayyeh seperti dilansir kantor berita Palestina, WAFA.

"Jika melaporkan kebenaran adalah hasutan, kami akan terus melaporkan kebenaran, dan jika mengekspos pendudukan dan praktiknya adalah hasutan, kami dan semua jurnalis bebas di dunia akan terus mengekspos praktik Israel ini", tambah Shtayyeh.Ia mengatakan bahwa aksi yang dilakukannya itu adalah merupakan pesan tantangan terhadap keputusan pendudukan Israel, dan pemerintah akan menyediakan semua yang dibutuhkan tantangan ini.

"Kami akan menghadapi 'pawai bendera' yang ingin merusak identitas nasional kami. Mereka [Israel] percaya bahwa itu akan mengubah wajah Yerusalem, tetapi itu tidak akan mengubah wajah kota Palestina ini," katanya mengacu pada apa yang disebut 'pawai bendera' yang diserukan oleh kaum nasionalis pemukim dan yang dijadwalkan berlangsung hari Selasa di Yerusalem yang diduduki.

Sementara itu, General-Supervisor Media Resmi, Menteri Ahmad Assaf, mengatakan keputusan pendudukan Israel untuk melarang pekerjaan TV Palestina di Yerusalem tidak akan mencegahnya melanjutkan pekerjaannya.

Dia mengatakan pemerintah pendudukan Israel harus tahu bahwa keputusannya untuk melarang TV tidak akan mempengaruhi liputan media resmi di Yerusalem yang diduduki, yang merupakan ibu kota abadi Palestina.

“Pendudukan menargetkan TV Palestina tidak hanya di Yerusalem, tetapi di semua kota Palestina. Ketika kita berbicara tentang menargetkan TV Palestina, kita tidak boleh lupa bahwa itu dibom dan menara siarannya di Ramallah dihancurkan [oleh pesawat tempur Israel] dua puluh tahun lalu," tambahnya.

“Kami akan tetap berada di sisi orang-orang kami di Yerusalem, dan kamera TV Palestina akan tetap hadir di masjid, gereja, gang, dan jalan-jalannya. Mereka [Israel] tidak akan dapat menyembunyikan gambar ini dan membungkam suara kami. "

Pejabat lain yang berpartisipasi dalam aksi duduk tersebut termasuk Sheikh Mohammad Hussein, Mufti Agung Yerusalem, Rawhi Fattouh dan Sabri Saydam, dua anggota Komite Eksekutif PLO.(cam/wafa)

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response