PKM Trisakti Beri Pelatihan Pengendalian Manajemen Bisnis dan Laporan Keuangan Pada Anggota HIPLI

 

Matamatanews.com, BEKASI—Dalam upaya mendorong dan menjadikan para pengusaha laundry lebih baik dalam mengelola usahanya termasuk dalam pengaturan keuangan perusahaan, Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti (Usakti) menggelar Pelatihan Pengendalian Manajemen Bisnis dan Laporan Keuangan bagi anggota Himpunan Pengusaha Laundry Indonesia (HIPLI) di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (19/2/2020), kemarin.

Tujuan dari Pelatihan Pengendalian Manajemen Bisnis dan Laporan Keuangan ini agar para pengusaha laundry di Indonesia yang jumlahnya  kian bertambah tiap tahunnya itu bisa  lebih baik dalam mengelola bisnisnya termasuk dalam pengaturan keuangan perusahaan.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Trisakti, Dr.Virna Sulfitri,SE, MBA dalam keterangan persnya mengatakan  bahwa usaha laundry saat ini menjadi salah satu usaha yang dinilai cukup menjanjikan, terutama yang berada di berbagai kota besar termasuk di wilayah Bekasi. Sebagian besar usaha laundry yang berkembang merupakan usaha kecil. Padahal, laporan keuangan menjadi salah satu komponen yang mutlak  harus dimiliki sebuah usaha, termasuk usaha kecil, kata Lidia.

Menurut Virna, banyak manfaat laporan keuangan usaha yang baik, semisal membantu pengusaha mengawasi perkembangan usahanya, membantu pengelolaan usaha terkait pengambilan keputusan yang sesuai dan tepat waktu. Selain itu, juga sangat membantu untuk mengembangkan usahanya dengan mengajukan modal ke perbankan, sebab, kebiasaan mencatat setiap kegiatan usaha yang terjadi dan menyusun laporan keuangan harus terus ditumbuhkan bagi usaha kecil, termasuk usaha laundry.

“Kami sangat mengapresiasi palatihan penyusunan laporan keuangan bagi anggota HIPLI Tambun, bekasi,”ucap Ketua Umum HIPLI, Harry Basuki Achmadijono.Pelatihan seperti ini menurut Harry sangat bermanfaat bagi seluruh anggota HIPLI. Seluruh anggota HIPLI yang mengikuti acara pelatihan ini kata Harry akan merasakan manfaat penyusunan laporan keuangan. Ia berharap pelatihan seperti ini bisa dilakukan secara berkesinambungan.

Setelah mengikuti pelatihan, Virna berharap pengusaha laundry memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang debet dan kredit, akun-akun dalam proses pencatatan,kode akun, pencatatan transaksi dalam jurnal, yang diakhiri dengan pembuatan laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba atau rugi. Selain itu peserta juga dibekali dengan format pencatat dan format laporan keuangan sederhana dalam bentuk hardcopy dan softcopy. Para peserta , dalam pelatihan ini juga diperkenalkan dengan aplikasi berbasis Android dari Bank Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM yang bisa dimanfaatkan dalam proses pencatatan dan penyusunan laporan keuangan.

Virna berharap pelatihan pengendalian manajemen dalam bisnis dan laporan keuangan bagi para UMKM pengusaha laundry yang digelar di di Perumahan Graha Mustika Setu Bekasi, Jawa Barat dengan Himpunan Pengusaha Laundry Indonesia ini nantinya para pengusaha laundry yang berada dinaungan HIPLI dapat memiliki dasar manajemen bisnis yang baik dan mengerti bagaimana membuat sebuah laporan keuangan. Dan laporan tersebut nantinya bisa dijadikan dasar bagi UMKM dalam menata perencanaan ke depan terutama yang terkait dengan usaha mereka, kata Virna yang di dampingi anggota tim PKM Aqamal Haq, SE, Ak, MBA, Nurhafifah Amalina, SE, MM dan para mahasiswa.

Virna menambahkan, sepengetahuannya pengusaha laundry di wilayah Bekasi sebagian besar belum melakukan pencatatan akuntansi pada setiap transaksi secara baik. Sehingga pengendalian keuangan dan manajemen mengalami kendala di tengah kian ketatnya persaingan.Pelatihan yang digelar pada Rabu kemarin  itu diikuti 18 pengusaha laundry, dan dilakukan melalui penyampaian materi seperti tahapan membuat laporan keuangan, termasuk  memisahkan dana pribadi dan dana usaha serta mengumpulkan bukti transaksi sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.

“Selain itu diberikan pula pelatihan praktik langsung mencatat transaksi akuntansi usaha laundry. Pelatihan ini dibantu dua mahasiswa Prodi Akuntansi dalam pendampingan penyusunan laporan keuangan,” jelas Virna, mengakhiri.(arif/cam)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response