Pewaris Tahta Keraton Kasepuhan Cirebon

 

Matamatanews.com, Cirebon – Keraton Kasepuhan Cirebon akan melaksanaan tradisi Jumenengan atau Penobatan Sultan yang akan dilakukan pada hari ke-40 mangkatnya (wafatnya) Sultan Sepuh XIV PRA. Arief Natadiningrat, S.E.

Pihak Keraton sedang mempersiapkan prosesi adat Jumenengan atau Penobatan Putra Mahkota Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA. Luqman Zulkaedin, SH, M.Kn. menjadi Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan yang akan disaksikan oleh seluruh Abdi Dalem, Ulama, Tokoh Masyarakat dan Pejabat Pemerintahan. 

Penobatan PRA. Luqman Zulkaedin, SH, M.Kn. menjadi Sultan Sepuh XV akan dilakukan oleh Pini Sepuh atau Tokoh Adat yang dituakan di lingkungan Keraton Kasepuhan. Biasanya, prosesi adat penobatan sultan yang baru akan diselenggarakan di hari ke-40 setelah wafatnya sultan pendahulunya.

Gelar Sultan Sepuh diberikan kepada keluarga dari turunan laki-laki. Di Keraton Kasepuhan Cirebon biasa menggunakan gelar Elang dan Pangeran serta Ratu. Kalau bapaknya Elang atau Pangeran maka anaknya yang laki - laki bisa menyandang gelar Elang atau Pangeran, sedangkan anaknya yang perempuan menyandang gelar Ratu.

Untuk anak Sultan ditambah Raja menjadi Elang Raja, Pangeran Raja dan Ratu Raja kalau lahir dari permaisuri. Kalau lahir dari selir tidak menyandang Raja tapi Mas, menjadi Elang Mas, Pangeran Mas dan Ratu Mas.

Kalau dari anak Ratu, sudah putus hak gelarnya, karena kuat menganut nasab laki - laki dan diberi gelar Raden baik untuk anak laki - laki maupun anak perempuan. Itulah tradisi yang ada di Kasultanan Kasepuhan Cirebon dan tradisi ini masih di gunakan dalam pembuatan silsilah. (Javi, berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response