Peternak Lebah Desa Pernasidi Butuh Wadah Untuk Komunikasi

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Cilongok merupakan kota kecamatan yang berada di sebelah Barat Kota Purwokerto. Daerah ini dianugerahi alam yang sangat indah didukung tanah yang sangat subur pula. Tak heran jika akan kita jumpai panorama alam nan hijau diserta aliran sungai yang jernih.

Desa Pernasidi adalah salah satunya, desa ini berada dekat dengan pusat kota kecamatan Cilongok, daerah yang sangat strategis untuk mengembangkan usaha pertanian maupun perkebunan. Salah satu usaha yang tengah digeluti oleh warga setempat adalah budidaya lebah Trigona Leaviceps atau klanceng. Ada puluhan peternak yang berkecimpung di bisnis serangga ini, salah satunya adalah Sutejo atau akrab  Jojo.

Jojo menuturkan, dirinya telah memulai bisnis ini sejak tahun 2002 silam. Tak heran jika saat ini ada sekitar 500 an kandang lebah yang ia miliki.

"Saya memulai usaha ini setelah melihat di desa ini banyak dijumpai tanaman dari berbagai jenis. Ada tanaman kopi, durian, nangka dan aneka bunga. Semua tanaman itu sangat diminati oleh lebah, " kata Jojo. 

Dia menambahkan, kandang lebahnya kini telah mencapai 500an, sebagian dia titipkan ke tetangga terdekat. 

" Kami buat kesepakatan dengan mereka dengan sistem bagi keuntungan, tetapi kami lakukan saat panen tiba. Sebenarnya ada puluhan pelebah di desa ini, kadangkala kami saling komunikasi hanya sebatas sharing saja, sedangkan harga jual madu kami tentukan sendiri, " tambahnya.

Senada juga diungkapkan oleh Eko pelebah yang baru satu tahun menekuni usaha ini. Dia menuturkan, sebagai peternak lebah yang masih pemula dirinya ingin menjalin komunikasi dengan para peternak di Cilongok.

"Kami ingin dibentuk suatu wadah untuk menjalin komunikasi antar peternak. Selama ini kami sendiri yang menentukan harga jual madunya, kami khawatir bila suatu saat ada komplain dari konsumen tetapi kami tidak bisa mengatasinya, " kata Eko kepada Matamatanews.com.

Pemilik Prawita Garden Ajibarang Teguh mengungkapkan, pelebah di Cilongok sebenarnya telah lama menjalankan usahanya dibanding dirinya. Hanya saja mereka terkendala komunikasi dan seolah olah  jalan sendiri sendiri.

" Saya mau kok diajak untuk sharing di bisnis ini. Sayang sekali kalau tidak dinaungi dalam satu paguyuban, mereka akan kerepotan dalam menjual produknya, " katanya.

Teguh berharap, dengan kekompakan mereka nantinya diharapkan tidak ada lagi keluhan dari konsumen madu. Lebih penting lagi para peternak akan dibekali ilmu bukan hanya beternak saja tetapi membuat varietas baru. *(hen)

 

sam

No comment

Leave a Response