Pesta Pernikahan Pejabat Korsel di Hadiri Mata-Mata Anti Korupsi

 

Matamatanews.com,SEOUL---Pernikahan keluarga pejabat di Korea Selatan sedang di awasi oleh mata-mata yang ingin mencari bukti-bukti gratifikasi terlarang terkait hadiah pernikahan. Seperti yang diketahui, korsel membatasi pemberian hadiah untuk para pejabat dalam pesta pernikahan. Jika hadiah tersebut melebihi batas, maka dianggap melanggar Undang-Undang anti-korupsi di negara tersebut.

Seperti yang dikutip dari Reuters, ada hadiah hingga 200 juta won atau setara dengan Rp 2,3 miliar sehingga banyak orang yang ingin menjadi mata-mata untuk membuktikan korupsi para pejabat di korsel. Kepala sekolah mata-mata di Seoul, Moon Seoung-ok mengatakan, “Kalian dapat menjadi patriot dan kaya diwaktu yang bersamaan, bahkan kalian dapat mengambil kuitansi bukti pembayaran kartu kredit dari tempat sampah restoran jika kalian memerlukan bukti itu”.

Menurut Undang-Undang yang berlaku, nilai makanan yang dapat diterima oleh pejabat tidak lebih dari 30.000 won (Rp 350 ribu), sedangkan untuk hadiah hanya 50.000 won (Rp 580 ribu) serta hadiah dalam amplop dibatasi hanya 100.000 won (Rp 1,1 juta). Sekitar empat juta pegawai negeri sipil, karyawan BUMN, guru dan jurnalis tercantum dalam Undang-Undang tersebut.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan, “semua orang yang ingin melapor harus menyertakan bukti-bukti berupa dokumen dengan nama pejabat yang dilaporkan, karena dengan bukti foto saja sulit untuk dijadikan barang bukti”.

Sementara itu, para mata-mata yang menjadikan profesi ini sebagai pekerjaan yang bisa menambah pundi-pundi uang mengaku sangat sulit untuk menemukan bukti-bukti tersebut. Namum mereka mengatakan, tindakan yang meraka lakukan ini bukan hanya sekedar untuk mencari uang semata, melainkan untuk membersihkan negara dari para koruptor. (atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response