Pesona Pantai Dalegan Panceng Tak Seindah Isinya

 

Matamatanews.com,GRESIK—Dulu, pantai ‘Dalegan' ’yang terletak  sekitar 40 kilometer sebelah utara dari pusat Kota Gresik, atau tepatnya di desa Dalegan,Kecamatan Panceng,Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini tidak dikenal banyak orang. Selain tempatnya agak terisolir, jalan menuju lokasi tidak ada. Kini pantai Dalegan berubah menjadi tempat persinggahan penghilang penat bagi para penikmat alam natural.

Sejak pantai ini dijadikan tempat latihan rutin TNI Angkatan Laut, keindahan dan keberhasihannya mulai tampak dan tertata .Dan seperti biasa sebelum latihan digelar para tentara membersihkan sampah yang berseliweran di tubir pantai hingga kinclong di pandang. Kini keindahan pasir dan kelembutannya membetot selera pengunjung untuk betah berlama-lama bermain di tubir pantai.

Pengelolaan pantai Dalegan seluruhnya nyaris ditangani masyarakat desa, dari pelayanan tiket,hingga juru parkir di bantu aparat kepolisian dan Koramil setempat. Pada hari libur seperti lebaran dan hari besar lainnya, hasil penjualan tiket dan parkir mencapai satu miliar per tahunnya. Pemasukan tersebut kemudian disetorkan ke Pemerintah Kabupaten dengan rincian 30 – 40 persen,sisanya dikelola  desa. Uang tersebut oleh pihak desa disalurkan untuk para janda,anak yatim dan sekolah-sekolah yang kurang mampu di Degelan.

Pada hari biasa pendapatan parkir ,baik roda dua maupun roda empat berkisar 2 juta rupiah. lebih,sedangakan hari libur bisa mencapai 2 hingga 5 juta rupiah. Dengan pendapatan seperti itu,seharusnya desa memiliki kas yang pemanfaatannya untuk kepentingan masyarakat Dalegan,terutama bagi warga yang tidak mampu. Meski telah beberapa kali pergantian kepala desa,namun hingga kini pengelolaan dana tersebut masih dianggap kurang transparan oleh  warga  Dalegan.

Hingga berita ini diturunkan, kepala desa Dalegan H.Kholib belum bisa di konfirmasi. Khasib,salah warga sekaligus tenaga pendidik,mengeluhkan masih banyaknya sampah disekitar jalan protokol menuju pantai,terutama pada hari libur  yang pembuangannya bermuara di pantai Dalegan.

“Dengan pendapatan yang cukup besar,semestinya lokasi wisata ini bisa dikelola dan ditangani secara baik dan profesional. Penataan para pedagang kaki lima dan pertokoan yang  berbentuk arsitektur itu belum ditangani secara profesional dan sungguh-sungguh sehingga kesannya asal jadi dan saling tumpang tindih sehingga terkesan pantai Dalegan ini minim konsep,”papar M.Ridwan Sandiawan , SH,MH,LLM praktisi hukum dan pemerhati masalah pariwisata .

“Untuk membangun citra wisata pantai Dalegan ini,tampaknya butuh campur tangan pemerintah setempart dengan melibatkan banyak pihak,seperti dinas pariwisata dan investor. Sehingga minat  wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang ke pantai Dalegan ini terus meningkat setiap tahunnya. Dengan demikian pemasukan kas pemerintah setempat akan terus meningkat,” tambah M.Ridwan Sandiawan. Berani menerima tantangan? (Nizam/Parlin)

 

 

sam

No comment

Leave a Response