Pesan Untuk Rakyat Yang "Lemah Dan Tidak Mau Mati Konyol"

 

Matamatanews.com, JAKARTA - Keadaan saya sama dengan mayoritas rakyat Indonesia, yaitu lemah dan tidak mau mati konyol. Saya sangat paham betapa susahnya hidup ini bagi rakyat jelata, sudahlah susah mencari nafkah untuk keluarga, rakyat juga tidak ada yang bela ketika berhadapan dengan penguasa yang oknum - oknumnya ada yang dzalim. Tidak usah heran jika dalam berbagai usahanya rakyat sering di pungli atau ketika buat kesalahan yang harusnya bisa dimaafkan, selalu saja hal itu dimanfaatkan oknum - oknum jahat untuk membuat rakyat jadi ATM mereka.

Dalam situasi seperti dijajah oleh bangsa sendiri ini, sebagian rakyat mengadukan nasibnya hanya pada Allah Subhanahu wa ta'ala . Sebagian lagi berusaha dengan berbagai cara agar tetap bisa bertahan hidup dan menafkahi keluarganya. 

Pesan saya untuk rakyat yang lemah adalah, kompaklah dan sabarlah selalu. Allah suka orang sabar yang kompak dan  bersatu atau berjamaah.Saat ini situasi sangat berat bagi semua pihak, serangan pandemik Covid-19 menghancurkan semua tatanan peradaban manusia. Wajar jika para penguasa tidak bisa apa - apa, jadi jangan berharap bantuan dari mereka.

Bagi rakyat yang lemah dan ingin selamat, jangan berpikir yang muluk - muluk, fokus saja bertahan hidup. Jangan sampai tekanan hidup yang sangat berat ini membuat kita mata gelap.

APA YANG SEDANG SAYA UPAYAKAN UNTUK MEMBANTU RAKYAT ?

Saat ini saya punya berbagai sumber dana besar yang dananya bisa saya pakai sebagai dana hibah, dana pinjaman dengan bunga sangat lunak, dana investasi dan dana pinjaman tanpa bunga. Untuk mencairkannya saya harus memproses dengan cara yang harus sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Saya yakin semua dana tersebut adalah milik Allah Subhanahu wa ta'ala , jadi jika Allah mengizinkan, saya bisa pakai dana tersebut untuk membantu rakyat yang susah dengan syarat semua harus menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. 

Insya Allah ada 4 sumber dana yang sedang saya urus pencairannya. Semoga Allah mengizinkan dan meridhoi upaya dan niat untuk menolong rakyat melalui bidang ekonomi, bisnis , dan sosial. 

Rakyat tidak butuh janji atau rencana yang muluk - muluk, saya sangat paham itu, jadi saya fokus mengejar dana secepatnya agar rakyat bisa saya bantu dalam semua kebutuhan utamanya, yaitu pangan, papan, sandang,  pendidikan, kesehatan dan pekerjaan dengan gaji yang cukup untuk membayar semua kebutuhan pokoknya. INSYA ALLAH. (Penulis : Imbang Djaya, Pengamat Ekonomi Islam)

 

redaksi

No comment

Leave a Response