Perusahaan Ilegal Jadi Tameng Terkait Kasus Pungli

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Tersangka kasus pungli di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rahmat Satria selain menjabat sebagai Direktur Operasional dan Pengembangan bisnis PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III. Ia juga memiliki perusahaan PT Akara Multi Karya yang digunakan untuk mengutip retribusi ilegal dari para pemilik kontainer.

Direktur Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Agung Setya mengungkapkan,”PT Akara digunakan tersangka sebagai topeng untuk melakukan pungutan, modus ini terbongkar setelah Direktur PT Akara Agusto Hutapea di tangkap tim Saber (Sapu Bersih) pungli”.

PT Akara mematok biaya untuk tiap kontainer bervariasi, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. PT Akara terkesan menarik pungutan secara resmi namun menurut prosedur bongkar muat, perusahaan tidak berhak meminta retribusi.

Kepala Biro Penerangan Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan, tim Saber pungli menelusuri melalui dua kontainer milik CV CP yang telah diberikan invoice senilai Rp 1,3 juta oleh PT Akara. Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ditemukan segel pelayaran yang diganti oleh segel PT Akara dan stiker karantina.

Agus menambahkan,”barang bukti yang berhasil didapatkan meliputi uang tunai Rp 4,5 miliar, deposito Rp 600 juta, uang dalam beberapa rekening penampung, dokumen transaksi dan perangkat komputer”. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response