Pertamina Minta Kepolisian Tindak Lanjuti Kasus Elpiji Oplosan

 

Matamatanews.com, DEPOK –PT Pertamina (Persero) akui adanya elpiji tiga kilogram yang dioplos dengan air. Area Manager Communication & Relations Jawa Barat, Yudy Nugraha menegaskan produk tersebut ilegal. “ Karena tabung tidak dilengkapi dengan identitas khusus dari pertamina,” ujar Yudy, dikutip Tempo.

Menurut Yudy, Pertamina telah turun ke lapangan dan mendapati keterangan dari pemilik warung bahwa produk elpiji tiga kilogram berisi air itu dibeli dari seorang pengecer baru, bukan dari pangkalan resmi Pertamina. “ Setiap produk yang dirilis dari stasiun pengisian bulk elpiji pasti diberi seal penutup khusus dan plastic warp resmi dari Pertamina,” tuturnya.

Pertamina mendukung penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian setempat terkait peredaran elpiji oplosan itu. Menurut Yudy praktek ilegal itu tidak hanya merugikan konsumen, tapi juga banyak pihak lain yang dirugikan. “ Harus segera ditindak dan diberi hukuman yang setimpal agar menimbulkan efek jera,” tegasnya.

Kepala Subbagian Humas Kepolisian Resor Kota Depok, Ajun Komisaris Firdaus mengatakan polisi telah menyita sekitar 10 tabung gas oplosan itu dari sejumlah warung di Kelurahan Tugu. Berat elpiji oplosan tersebut melebihi berat normal. “ Rata – rata 11 kilogram berat tabung yang berisi air,” ungkap Firdaus.

Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Kota Depok, Athar Susanto menuturkan peredaran elpiji yang dioplos air itu ditemukan di tiga Kecamatan Kota Depok. Awalnya ditemukan di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, kemudian Kecamatan Kemirimuka dan Beji.

Ia juga memastikan bahwa pengecer tersebut tidak berasal dari wilayah Kota Depok. “ Karena bungkus (seal) tabung gas oplosan berwarna campuran oranye dan abu – abu, sedangkan di Depok warnanya merah muda,” imbuhnya. (Adith/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response